Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Cube Test

Virus Corona, Gejala, Pengobatan Dan Pencegahannya

Written By GOJEK #GolekRejeki on Thursday, 23 January 2020 | 07:32

Virus Corona, Gejala, Pengobatan Dan Pencegahannya


Virus Corona
Virus Corona atau 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) adalah virus jenis baru dari coronavirus yang menyerang sistem pernapasan sehingga  menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.  Virus corona diberi nama berdasarkan proyeksi seperti mahkota di permukaannya. “Corona” dalam bahasa Latin berarti “halo” atau “mahkota.” Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina  pada akhir Desember 2019 dan  menyebar dengan cepat ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara.

Jenis Virus Corona
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Subandriyo menyebut virus corona yang muncul di Wuhan, China (2019-nCoV) merupakan virus corona ke-7 yang menginfeksi manusia.
Melansir Medical News Today, virus yang terdiri dari 4 subtipe yaitu alpha, beta, gamma, dan delta ini telah diidentifikasi pada 1937. Saat itu peneliti menemukan virus varian baru  di tubuh unggas yang mengalami infeksi bronkitis. Virus Corona pertama itu memiliki kemampuan untuk menghancurkan stok unggas secara serius. Setelah kejadian pertama, para ilmuwan telah menemukan bahwa virus Corona dapat menginfeksi tikus, anjing, kucing, kalkun, kuda, babi, dan hewan ternak. Sejauh ini tercatat ada empat corona alfa yang sudah menyerang manusia, yaitu HCoV-229E; HCoV-NL63; HCoV-OC43; dan HCoV-HKU1. Sementara untuk corona beta, sudah ada tiga yang diidentifikasi, SARS, MERS-CoV, dan 2019-nCoV.

Dampak Virus Corona
Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang bisa berujung pada kematian penderitanya

Gejala Infeksi Virus Corona

Infeksi virus Corona bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk dan nyeri tenggorokan . Selain itu, penderita bisa juga mengalami gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Pada kasus yang lebih parah infeksi dapat menyebabkan pneumonia, Sindrom pernapasan akut, Gagal ginjal, adn paling parah bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya. Gejala-gejala  infeksi virus Corona muncul dalam 2 hari sampai 2 minggu setelah virus Corona menginspeksi tubuh penderita. 

Siapa yang Bisa Terkena Virus Corona?

Virus Corona bisa menyerang siapa saja tanpa terkecuali. Meskipun demikian, virus Corona akan lebih mudah menginfeksi:
1. Orang lanjut usia
2. Anak-anak
3. Orang yang sedang memiliki daya tahan tubuh lemah

Penyebaran Virus Corona
Penyebaran virus ini ternyata cukup pesat. Selain China, banyak negara yang mengumumkan bahwa ada beberapa warga negaranya yang terjangkit penyakit karena virus ini.  Virus Corona pada awalnya diduga tersebar melalui kontak binatang ke binatang atau binatang ke manusia. Namun seiring dengan banyaknya kasus yang terjadi, ternyata virus ini bisa menyebar atau menular dari manusia ke manusia. Adapun cara penyebarannya dengan cara:
1.  Menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita virus Corona baik secara sengaja
     maupun tidak sengaja.
2.  Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu, setelah menyentuh benda 
     yang terkena air liur penderita.
3.    Kontak jarak dekat dengan penderita, seperti bersentuhan atau berjabat tangan.

Diagnosis Virus Corona
Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona,  dapat dilakukan dengan pemeriksaan berikut:
1. Uji sampel darah.
2. foto toraks
3. Tes usap (swab) tenggorokan untuk meneliti sampel dahak.
4. Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru.

Pengobatan Virus Corona
Infeksi virus Corona belum bisa diobati, tetapi ada beberapa tindakan yang dilakukan untuk mengurangi gejala yang timbul yaitu dengan:
  1. Memberikan obat pereda demam dan nyeri (aspirin, ibuprofen, acetaminophen, dll.). Akan tetapi, biasanya dokter tidak akan memberikan aspirin pada penderita infeksi virus Corona yang masih anak-anak.
  2. Menganjurkan penderita untuk mandi air hangat dan menggunakan humidifier (pelembab udara), untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan.
  3. Menganjurkan penderita untuk istirahat yang cukup dan jangan keluar rumah untuk mencegah penyebaran virus.
  4. Menganjurkan dan mengharuskan penderita untuk minum banyak air putih guna menjaga kadar cairan tubuh.

Pencegahan Virus Corona
Pada umumnya, pasien yang sudah terkena virus ini akan diisolasi di ruangan khusus selama pengobatan untuk mencegah penyebaran virus. Sedangkan bagi kita yang ingin melakukan pencegahan agar tidak terinveksi virus ini bisa melakukan berbagai antisipasi antara lain: 
  1. Menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan
  2. Mencuci tangan dengan air hangat dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol setelah beraktivitas di luar ruangan.
  3. menghindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
  4. Memasak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  5. Memastikan makanan yang dikonsumsi bersih dan higienis
  6. memperbanyak makan buah, sayuran, dan suplemen vitamin untuk meningkatkan sistem imun
  7. menutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian membuang tisu ke tempat sampah.
  8. Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  9. Menghindari kontak dengan seseorang yang sedang sakit.
  10. Menjaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.
  11. Untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke Cina atau ke negara lain yang telah ditemukan adanya penularan virus Corona.



0 comments:

Post a Comment