Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Cube Test

Manfaat Konsumsi Telur bagi Ibu Hamil

Written By GOJEK #GolekRejeki on Wednesday, 15 January 2020 | 17:50

Manfaat Konsumsi Telur bagi Ibu Hamil


 
manfaat telur bagi ibu hamil
Telur memiliki kandungan gizi yang banyak, salah satunya adalah kolin. Kolin merupakan senyawa kimia larut air yang fungsinya mirip dengan vitamin.  Sebenarnya, tubuh kita mampu memproduksi sendiri kolin di dalam hati, yang dibentuk dari asam amino.  Akan tetapi, karena produksinya terbatas, kita masih memerlukan asupan Kolin dari luar. Asupan kolin yang direkomendasikan per harinya adalah 550 mg untuk laki-laki dan 425 mg untuk perempuan dewasa. 

Salah satu upaya untuk meningkatkan konsumsi Kolin bagi wanita hamil yaitu dengan rutin mengkonsumsi telur.   Telur adalah salah satu sumber kolin yang sangat baik, dimana dalam satu butir kuning telur terkandung 125 mg kolin.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Marie Caudill, PhD, dari Cornell University, diketahui bahwa kolin dapat membantu melindungi terhadap efek stres seorang ibu selama kehamilan. Paparan hormon stres tinggi selama kehamilan yang diakibatkan karena kecemasan atau depresi ibu, dapat membuat anak rentan terhadap stres yang bisa memicu penyakit dan kondisi kronis.

Ketika melakukan penelitian, tim peneliti mengumpulkan sampel darah ibu dan plasenta serta sampel dari jaringan plasenta dari 24 wanita hamil hamil trimester ketiga.  Secara acak, 24 sampel tersebut diminta untuk mengonsumsi 480 mg kolin per hari atau 930 mg per hari selama 12 minggu sebelum persalinan.  Selanjutnya tingkat kortisol dan perbedaan genetik antara semua sampel disandingan untuk dilihat kecenderunganya.

Dan hasilnya diketahui bahwa dalam plasenta dan jaringan janin di kalangan wanita hamil yang mengonsumsi lebih banyak kolin, tingkat kortisolnya lebih rendah. Asupan kolin tinggi pada ibu hamil dapat melawan beberapa efek merugikan dari stres sebelum persalinan pada pengembangan perilaku, neuroendokrin dan metabolik pada keturunannya. 

Selain itu, penelitian juga telah menunjukkan wanita dengan diet rendah kolin memiliki risiko empat kali lebih besar memiliki bayi dengan cacat tabung saraf, seperti spina bifida. Oleh karena itu dapat diambil kesimpulan juga bahwa Kolin memainkan peran penting dalam perkembangan otak janin dan bayi, mempengaruhi area otak yang bertanggung jawab untuk memori dan kemampuan belajar seumur hidup.

0 comments:

Post a Comment