Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Cube Test

Sindrom Kleine-Levin penyebab seseorang menjadi Putri Tidur

Written By Blogger on Wednesday, 1 November 2017 | 21:46

 Sindrom Kleine-Levin  
penyebab seseorang menjadi  Putri Tidur



Sindrom Kleine-Levin
Dalam beberapa waktu ini, dunia kesehatan Indonesia dihebohkan dengan adanya seorang anak yang tidur selama beberapa hari tanpa bisa dibangunkan oleh keluarganya. Bak cerita Sang Putri Tidur yang ada di dongeng-dongeng, remaja tersebut bisa menghabiskan satu siklus tidur hingga 2 minggu, dimana disela-sela tidurnya, dia hanya bisa bangun untuk makan, minum, dan buang air dengan kondisi setengah sadar dan harus dituntun oleh kedua orangtuanya. Menurut para ahli, ternyata remaja tersebut menderita suatu penyakit uang biasa disebut dengan Sindrom Kleine-Levin, Kelainan Langka yang Membuat Penderitanya Jadi Putri Tidur 

Pengertian Sindrom Kleine-Levin
Sindrom Kleine-Levin adalah penyakit syaraf berupa kelainan neurologis langka ( hanya ada sekitar 1000 orang di seluruh dunia yang menderita penyakit ini) dan kompleks yang ditandai dengan jumlah tidur yang berlebihan (bisa berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan bisa berbulan-bulan) dan perubahan perilaku.  

Penyakit ini bersifat universal, artinya bisa menyerang siapa saja, baik itu anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Pada  tahap awal, seseorang yang mengalami Sindrom Kleine-Levin akan mengalami rasa kantuk yang cukup berat sehingga mendorong mereka untuk tidur hampir sepanjang hari dan malam (hypersomnolence).  Penderita kadang  bisa terbangun hanya untuk makan atau pergi ke kamar mandi. Mereka pun kadangkala bisa dibangunkan oleh orang lain, namun ketika terbangun mereka akan merasa capek dan letih. Selain itu, tingkah laku merea akan seperti anak kecil karena sebagian memori ingatannya terhapus ketika tertidur. Semakin lama mereka tidur, maka semakin banyak ingatan yang terhapus dari otak. Di sela episode, orang-orang dengan KLS tampak sehat sempurna tanpa bukti adanya disfungsi perilaku atau fisik. Episode KLS dapat berlanjut selama 10 tahun atau lebih. KLS kadang disebut di media sebagai sindrom "Sleeping Beauty".

Gejala Syndrom Kleine-Levin
Untuk mengetahui apakah seseoranng terkena Sindrom Kleine-Levin atau tidak, kita bisa amati pada waktu tidurnya.   Ketika sindrom tersebut menyerang, orang yang menderita penyakit ini akan mengalami tidur yang berlebihan. masa-masa ini biasa disebut ‘episode’.
Seorang pasien KLS akan memiliki gejala 1, satu atau lebih gejala 2 .

1.   Episode rekuren hipersomnia berat (2-31 hari)

2.   Menambah satu atau lebih tanda berikut:
  • Kelainan kognitif seperti perasaan tidak sadar, kebingungan, halusinasi karena penderita tidak dapat membedakan mana kenyataan mana mimpi. Tidak jarang di sela-sela berlangsungnya episode, penderita sering melamun dan terlihat seolah-olah tidak sadar dengan lingkungan sekitarnya
  • Perilaku abnormal seperti iritabilitas, agresi, bertingkah laku seperti anak kecil, merasa kebingungan, disorientasi, letargi (kehilangan energi dan merasa sangat lemas), hingga apatis atau tidak menunjukkan emosi terhadap yang terjadi di sekitarnya.
  • Penderita   menjadi lebih sensitif terhadap banyak hal seperti misalnya suara dan cahaya. Kehilangan nafsu makan juga bisa terjadi ketika suatu episode sedang berlangsung. Beberapa juga menyatakan munculnya nafsu seksual yang meningkat secara tiba-tiba

Tapi, tidak semua orang terkena KLS menunjukkan semua gejala yang dijelaskan di atas. Individu yang terkena KLS dapat tidak mengalami gejala-gejala tersebut, dan kemudian gejala muncul kembali dengan sedikit peringatan. Episode KLS dapat terus berulang kembali selama satu dekade atau lebih dengan dampak buruk pada kehidupan dan keluarga. KLS merampas kehidupan anak-anak, remaja hingga orang dewasa yang terkena. satu episode menyiksa sekaligus.
Penundaan diagnostik rata-rata untuk diagnosis Sindrom Kleine-Levin yang tepat adalah 4 tahun. Hal ini berarti pasien KLS rata-rata membutuhkan waktu 4 tahun sebelum menerima diagnosis yang akurat, sehingga menyebabkan penderitaan yang tidak semestinya. Sayangnya, penyebab Sindrom Kleine-Levin belum diketahui.

Penyebab Syndrom Kleine-Levin
Sampai dengan saat ini, belum ada ahli yang bisa menjelasnyak penyebab terjadinya penyakit ini, tetapi gejala-gejala yang muncul pada sindrom ini mengindikasikan adanya malfungsi kerja bagian hipotalamus dan thalamus pada otak yang berperan dalam mengatur nafsu makan serta tidur.
Sebagian peneliti di Amerika Serikat mempercayai penyebab penyakit KLS adalah mutasi gen atau DNA yang dibawa oleh orang tua penderita. Tetapi penyebab pasti KLS masih belum diketahui.

0 comments:

Post a Comment