Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Cube Test

Alergi pada Anak, Penyebab dan Gejalanya

Written By Blogger on Thursday, 12 October 2017 | 01:47

Alergi pada Anak, Penyebab dan Gejalanya


Alergi pada anak
Alergi adalah  sebuah kondisi di mana tubuh memiliki respons yang berlebihan terhadap suatu zat asing yang dihirup, disuntikkan, tertelan, atau bahkan tersentuh.  Zat atau benda asing yang menimbulkan alergi tersebut disebut alergen. Dalam kondisi normal, tubuh manusia dapat melawan bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Namun, karena satu dan lain hal, adakalanya  sistem kekebalan tubuh tidak bisa melawan serangan zat tersebut khususnya yang tidak terlalu bahaya seperti debu ataupun jamur. Apabila zat-zat tersebut berinteraksi dengan tubuh, maka sistem imunitas akan membuat antibodi yang disebut immunoglobulin E (IgE) untuk melindungi tubuh kita.  IgE kemudian menstimulasi sel tertentu untuk mengeluarkan zat kimia termasuk histamin ke dalam aliran darah untuk mempertahankan diri terhadap alergen. Akibat dikeluarkannya histamin tersebut dapat memunculkan reaksi alergi pada tubuh, mulai dari mata, hidung, kulit, paru-paru, dan saluran pencernaan.

Penyebab Utama Alergi pada Anak
Penyebab alergi (alergen)  yang paling banyak dialami oleh anak-anak (dan juga orang dewasa) adalah makanan. makanan merupakan salah satu alergen. Berdasarkan data dari Mayo Clinic, terdapat 160 jenis makanan yang dapat menimbulkan alergi makanan. Akan tetapi, dari sekian banyak jenis alergen makanan tersebut, hanya beberapa jenis saja yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Adapun jenis makanan yang sering menimbulkan alergi antara lain: susu, telur, ikan, makanan laut seperti kepiting, udang dan lain sebagainya, kacang pohon (seperti almon dan walnut), kacang tanah, gandum, dan kedelai. Penyebab alergi yang paling banyak selain makanan antara lain disebabkan oleh serbuk sari, spora, kutu debu, rambut hewan peliharaan, atau hewan lain seperti kecoa.


Gejala Alergi pada Anak

Alergi pada anak bisa berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Secara umum, gejala yang akan tampak apabila anak kita mengalami alergi adalah Ruam; Gatal; Bengkak di mata, bibir, dan lidah; mual; Kram; Muntah; Diare; Hidung tersumbat; Sesak napas dan lain sebagainya. Dari semua gejala tersebut di atas, masih ada gejala alergi yang paling berat yaitu reaksi anafilaksis yang ditandai dengan penurunan tekanan darah, penurunan kesadaran, dan denyut jantung tak teratur.
Secara spesifik, gejala alergi pada anak akan berbeda-beda sesuai dengan penyebab alergi, lokasi alergi maupun tingkat keparahan. Berikut beberapa jenis alergi pada anak yang sering ditemui:

Gejala Alergi pada kulit
Sebagaimana kita ketahui, kulit adalah organ tubuh terbesar dan dapat langsung bereaksi pada alergen. Apabila anak kita mengalami alergi pada kulit, maka gejalanya akan tampak seperti eksim dimana bagian kulit tampak kering, merah, bersisik dan gatal. Dalam skala besar, gejala alergi kulit bisa berupa urtikaria (biduran), yaitu kondisi ketika kulit tampak memerah dengan jangkauan yang beragam.

Gejala Alergi makanan pada anak
Alergi makanan pada anak bisa ditandai dengan adanya gangguan pada usus seperti kram perut atau diare yang berulang dan kadangkala diikuti dengan sakit kepala, lelah yang berlebihan, serta gelisah dan gangguan mood. Beberapa jenis makanan yang umum menyebabkan alergi antara lain susu, telur, kacang-kacangan, kedelai, gandum, ikan, kerang, dan beragam jenis jeruk. 

Gejala Alergi pada hidung/ Alergi pernafasan
Alergi pada hidung biasanya bisa dideteksi ketika anak kita berusia 4 tahun. Hal itu terjadi karena dibutuhkan waktu beberapa tahun sebelum seorang anak benar-benar mengalami alergi,  meskipun bisa juga  alergi pernapasan terjadi pada anak usia 2-3 tahun. Gejala yang umumnya dialami anak dengan alergi pernapasan antara lain hidung gatal dan berair, hidung tersumbat, sering bersin, batuk berulang, mata merah dan berair, lingkaran gelap di bawah mata, bernapas melalui hidung saat tidur, dan kelelahan karena kurang tidur. 

Gejala Alergi Karena binatang peliharaan
Binatang peliharaan, ternyata juga bisa menimbulkan alergi yang disebabkan oleh sel kulit mati, air liur, urine, dan bulu dari binatang tersebut. Apabila anak bersin-bersin setelah bermain ataupun memegang binatang peliharaan, maka perlu diwaspadai jika mereka mengalami alergi. Unntuk menghilangkan pengaruh alergi binatang peliharaan dibutuhkan waktu sekitar satu tahun, setelah hewan tersebut tidak berada di sekitar kita. Hal ini disebabkan karena sel kulit mati hewan peliharaan anda dapat bertahan hingga satu tahun sebelum benar-benar hilang.


0 comments:

Post a Comment