Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Cube Test

Cara Memilih Mainan yang Tepat Untuk Anak-Anak

Written By Blogger on Tuesday, 18 July 2017 | 23:15

Cara Memilih Mainan yang Tepat Untuk Anak-Anak


Cara Memilih Mainan yang Tepat Untuk Anak-Anak

Bagi seorang anak, bermain merupakan hak yang harus diberikan kepadanya sebagai bentuk kegiatan mereka sehari-hari. Banyak manfaat yang bisa mereka dapatkan ketika mereka bisa bermain sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka. Dan tiap anak, tiap umur memiliki pilihan sendiri dalam menentukan permainan mereka.
Sebagai orang tua kta dituntuk untuk memberikan kesempatan kepada mereka untuk bermain, menyediakan alat-alat yang mereka butuhkan dan yang tidak boleh kita tinggalkan adalah pendampingan. Yah kita memang harus mendampingi anak-anak kita saat mereka bermain untuk memberikan penjelasan tentang aktivitas-aktivitas yang mereka lakukan.

Untuk memberikan mainan kepada Si Kecil, tidak bisa sembarangan karena dengan pemilihan jenis mainan yang tepat  bisa memberikan stimulus untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan mereka.  Berdasarkan hasil penelitian  yang dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB)   ditemukan bahwa lebih dari 90 persen ibu masih jarang memberikan anaknya mainan yang memberikan rangsangan tumbuh kembang. Kesadaran ibu untuk memberikan stimulus berupa alat permainan masih sangat kurang, padahal stimulus tersebut sangat penting untuk merangsang perkembangan anak, terutama perkembangan otak dan motorik.

Untuk memilih mainan yang tepat buat anak, kita harus bisa memahami  tahapan-tahhapan perkembangan berdasarkan usianya. Sebagai salah acuan, kita bisa melihat   tahap-tahap  berpikir pada anak sebagai berikut:

Usia 0-2 tahun

Merupakan tahap sensori motor, yang terdiri dari sejumlah tahap berikut:
  1. Umur 1-4 bulan. Tahap Primary Circular Reaction. Bayi akan melakukan aksi dan reaksi yang melibatkan tubuhnya sendiri. Pada usia ini, orangtua sebenarnya tak perlu membeli mainan bayi yang mahal. Cukup dengan melakukan baby gym, yaitu menggerak-gerakkan kaki dan tangan bayi, yang berguna untuk merangsang motoriknya.
  2. Usia 4-8 bulan. Secondary Circular Reaction. Pada usia ini, bayi biasanya melakukan aksi untuk mendapat respons dari orang atau objek, sehingga bayi cenderung akan mengulangi aksi yang sama. Lakukan permainan yang akan merangsang kecerdasan audio visual. Misalnya, dengan menirukan suara bayi, bermain 'cilukba' yang bervariasi, mengajak bayi bubbling (menyebutkan kata yang sama, seperti 'mamama' 'bababa'), dan lainnya.
  3. Umur 8-12 bulan. Coordination of Secondary Schemes. Aksi bayi terhadap objek semakin bertujuan. Bayi juga mulai mampu melakukan antisipasi. Ajaklah bayi bermain dengan benda yang sederhana, seperti bola-bola warna warni.
  4. Usia 12-18 bulan. Tertiary Circular Reaction. Bayi akan mulai memvariasikan aksinya. Ajak bayi bermain yang beragam, misal menyusun balok, bermain di pasir atau di air. Ini bisa merangsang indera peraba anak.
  5. Umur 18-24 bulan. Mental Combinations. Bayi sudah mampu menguasai bahasa dan konsep object permanence.

Usia 3-5 tahun

Ini merupakan tahap preoperational. Pada usia ini kemampuan motorik dan bahasa anak berkembang pesat. Kemampuan kognitif berupa fungsi-fungsi simbolis, berkembang melalui 3 cara:
  • Meniru kembali, lewat bermain imitatif seperti main masak-masakan, dokter-dokteran dan lainnya.
  • Bermain simbolis, yaitu dengan memahami identitas dan fungsi benda.
  • Berbahasa
Pada tahap usia ini, anak sudah siap untuk masuk sekolah. Perbanyak mainan dengan bentuk geometris, seperti bola, lingkaran, persegiempat dan segitiga. Bentuk-bentuk geometris adalah dasar anak untuk bisa menulis huruf. Ajarkan juga anak makan, mandi dan pakai baju sendiri. Untuk mengajarkan kemandirian tersebut juga bisa dengan bermain, tentunya dengan mainan yang sederhana Misalnya dengan menggunakan boneka yang mengenakan baju berkancing, mintalah anak membuka dan memakai kancing baju boneka, memandikannya dan lain-lain

Yang juga perlu diperhatikan saat memilih mainan untuk anak kita yaitu:
1.    Memilih mainan anak berdasarkan usia. Salah satu caranya yaitu dengan melhat label yang tertera pada setiap mainan anak-anak yang hendak kita beli
2.    Bagi anak berusia 0-2 tahun, jangan memberikan mainan dengan ukuran yang kecil untuk menghindari mainan termakan oleh mereka
3.    Memilih mainan yang aman dengan menghindari mainan yang ukurannya besar, keras, atau bertepi tajam
4.    Sebisa mungkin memberikan mainan yang dapat dibersihkan/ dicuci untuk menjaga kebersihannya
5.    Jangan memberikan mainan yang memiliki tali panjang untuk menghindari jeratan dan lilitan khususnya pada bayi.
6.    Hindari mainan yang bisa menembak secara otomatis sehingga berpotensi melukai mata

Semoga cara di atas bisa menjadi panduan bagi kita semua dalam memberikan alat-alat permainan terbaik buat anak kita demi menunjang kecerdasan pikiran, emosi, spiiritual dan sosial mereka.
(Detikhealth)

0 comments:

Post a Comment