Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Cube Test

Tips Mengajarkan Anak untuk Menabung

Written By Blogger on Sunday, 13 August 2017 | 20:42

 Tips Mengajarkan Anak untuk Menabung 


Anak menabung
Masa anak-anak merupakan waktu yang sangat krusial karena pada saat itu anak-anak belajar tentang kondisi di sekitarnya yang akan menentukan karakter dan kebiasaan sampai dengan dewasa nantinya. Banyak hal yang bisa kita ajarkan pada anak-anak kita di di waktu tersebut baik itu tentang kecerdasan akademis, pengetahuan, etika (sopan santun) dan lain sebagainya. Salah satu hal yang perlu dikenalkan pada anak sejak dini adalah menabung. Banyak sekali manfaat yang akan didapatkan ketika kita bisa membiasakan anak untuk selalu melakukan kegiatan ini, meskipun kadangkala harus dilakukan dengan telaten. 

 
Manfaat mengenalkan Menabung pada anak
 
Apabila kita mengenalkan manfaat menabung pada anak sejak dini, banyak manfaat yang akan didapatkan, antara lain:
1.     mengajarkan anak untuk bertanggung jawab
Dengan mengajarkan menabung, berarti kita juga mengajarkan anak untuk selalu bertanggung jawab dalam mengelola uang yang kita berikan pada mereka. Dan pada nantinya rasa tanggung jawab tersebut akan terbawa di kemudian hari sampai kelak mereka dewasa

2.     menumbuhkan sikap mandiri dan tidak tergantung pada orang lain  

Semakin terbiasa anak kita menabung, maka mereka akan selalu merasa memiliki simpanan yang bisa mereka gunakan untuk memenuhi (sebagian) kebutuhan mereka. Dan sedikit demi sedikit hal itu akan menumbuhkan kemandiriannya.

3.    Melatih anak untuk disiplin
Ketika kita mengajari anak untuk menabung maka akan memberikan pelajaran bagi mereka untuk disiplin  untuk selalu menyisihkan uang guna ditabung.  Dengan menabung secara rutin, maka rasa disiplin akan terus terpaku di benak mereka.

4.    Membiasakan anak Belajar Mengatur Uang Sendiri
Jika sedari kecil anak diajak belajar untuk menabung maka hal itu akan membuatnya belajar mengatur uangnya sendiri, khususnya kapan atau berapa jumlah uang yang akan ditabung dan jumlah uang yang akan digunakan untuk mereka jajan. Hal ini sangat baik untuk perkembangan otak anak tersebut.

5.    Anak menjadi lebih peduli
Menabung bisa membuat anak lebih peduli terhadap kebutuhan-kebutuhan mereka, sehingga pada saat meminta sesuatu tidak akan dilakukan dengan seenaknya.

6.    Menjadi terbiasa berhemat uang
Kebiasaan menabung yang ditumbuhkan sejak kecil akan membuat anak kita selalu berfikir untuk membelanjakan uangnya. Jadi ketika dihadapkan pada situasi dimana teman-teman mereka mengeluarkan uangnya demi jajan, mereka akan bisa menimbang dengan sendiri apakah mereka ikut jajan atau uangya disimpan dulu untuk ditabung

7.    Anak bisa Belajar Membuat Perencanaan Keuangan
Setiap anak pasti memiliki banyak keinginan, seperti ingin membeli mainan kesukaannya. Bagi orang tua yang tercukupi bisa saja mereka membelikan mainan tersebut dengan mudah. Namun anak tersebut tidak akan mendapatkan nilai apapun selain mainan kesukaannya. Untuk itu, bagi orang tua lebih baik menyarankan anak untuk menabung untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Sehingga dengan proses menabung akan memberikan nilai baik bagi anak tersebut untuk melakukan perencanaan keuangan serta perjuangan jika ingin mendapatkan sesuatu.

8.    Anak bisa Belajar Menghargai Uang
Manfaat terakhir menabung untuk anak yakni mereka akan belajar lebih menghargai uang. Anak akan ikut merasakan bagaimana susah dan lamanya untuk mengumpulkan uang. Dengan rajin menabung anak akan merasakan bahwa setiap rupiah sangat berarti untuk menambah uang tabungannya. Sehingga dengan begitu, anak akan belajar untuk menghargai uang yang mereka dapatkan dari orang tua. Mereka akan belajar berpikir untuk menggunakan uang saku sebaik mungkin.

9.    Anak akan bisa lebih mengetahuyi Pentingnya Peran Serta Orang Tua

Selain kelima manfaat di atas pasti masih banyak manfaat lainnya yang akan diperoleh anak, khususnya dalam mengelola keuangan. Tidak terkecuali peran serta orang tua dalam memberikan nasihat pentingnya peran orang tua menabung serta dorongan agar anak-anak mau belajar menabung sejak kecil. Dengan keikutsertaan peran orang tua dalam hal tersebut, diharapkan anak-anak dapat menabung dan mendapatkan manfaat dari menabung.

 
mengajarkan anak menabung
 
Cara Mengajarkan Anak untuk Menabung
 
Untuk mengajarkan anak agar bisa menabung secara rutin gampang- gampang susah. Ada anak yang langsung bisa melakukan tapi ada juga yang memerlukan pengawasan khusus sehingga mereka bisa melakukannya dengan kesadaran sendiri. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengajarkan anak menabung, di antaranya:
1.      Mengenalkan konsep uang secara bertahap
Mengenalkan uang pada anak bisa dimulai ketika mereka belajar berhitung. Kita bisa memberitahukan fungsi uang terlebih dahulu dengan kalimat-kalimat yang sederhana. Selanjutnya kita bisa mengajarkan tentang bentuk-bentuk uang, nilai setiap uang dan juga warna-warna atau gambarnya.  Selanjutnya bisa kita ajarkan perhitungan secara sederhana dengan media uang tersebut.

2.    MemBerikan Pemahaman tentang Kebutuhan, Keinginan, dan Harapan

Ada baiknya sejak dini anak kita diberikan pemahaman tentang arti kebutuhan, keinginan dan harapan agar mereka bisa lebih bijak dan paham bagaimana dan untuk apa uang mereka seharusnya dipergunakan. Apabila mereka bisa paham dengan ketiga pengertian di atas, maka mereka akan bisa menentukan prioritas ketika mengeluarkan dan menggunakan uang.

3.  Mengenalkan Perbedaan antara Menabung dan Belanja

Kita perlu mengenalkan perbedaan antara menabung dan berbelanja pada anak agar mereka tahu konsekwensi dari keduanya. Apabila anak sudah mengetahui tentang keuntungan dan manfaat yang akan didapatkannya dengan menabung dan bagaimana uangnya akan segera habis setelah dibelanjakan semuanya harapannya akan membuat anak memiliki pertimbangan untuk menyimpan atau menabung seluruh uangnya sekaligus.

4.  Memberi pengertian tentang  Tujuan menabung
Agar anak bersemangat dan berdisiplin dalam menabung, maka anak harus diberi pemahaman bahwa menabung merupakan cara untuk dapat mencapai tujuan yaitu membeli suatu barang tertentu. Jika mereka menginginkan suatu barang, ajak ia hitung berapa lama kira-kira ia harus menabung uang agar bisa mendapatkan barang tersebut. Ajarkan padanya setiap memperoleh uang saku, sisihkan sebagian ke dalam celengan miliknya. Dengan begitu ia pasti semakin rajin menabung. Bila uang yang terkumpul sudah cukup, maka beritahukan pada si kecil bahwa Ia dapat menggunakan uang tersebut untuk membeli barang yang diidamkan. Dengan demikian, anak akan merasa bahwa menabung memang bermanfaat.

5.  menjanjikan Sesuatu dari hasil tabungan
Apabila anak belum bisa secara sukarela menyisihkan uangnya untuk menabung, maka kita bisa menjanjikan sesuatu dari hasil tabungannya nanti.  Kita juga bisa ajak mereka patungan agar mereka semangat untuk menabung, intinya kita harus memberi mereka iming-iming agar mereka juga antusias menabung," katanya.

6.   mengenalkan menabung dengan bermain

Dunia anak-anak adalah dunia bermain, sehingga salah satu cara mengenalkan uang pada anak adalah dengan bermain bersama, seperti bermain monopoli.
Selain menyenangkan, permainan ini juga dapat mengajarkan anak untuk berhemat dan belajar menentukan prioritas kepentingan mana yang harus didulukan dalam mengeluarkan uang.
Secara tak sadar, anak juga belajar untuk memahami tentang keuangan dan menabung meskipun dilakukan sambil bermain.

7.   Membelikan Celengan sesuai dengan karakter yang mereka sukai

Ketika anak kita masih kecil, ayah dan bunda dapat mulai mengajarkan anak untuk menabung dengan cara yang paling sederhana yaitu menggunakan celengan. Cara ini akan sangat mudah dipahami dan untuk dapat menarik minat mereka, maka belikan celengan berbentuk lucu, seperti bentuk binatang atau tokoh kartun favoritnya. Bila perlu, ajaklah anak untuk memilih bentuk celengan yang mereka inginkan. Pasti anak akan menjadi lebih rajin mengisi celengannya setiap hari. Janjikan juga kepadanya untuk membelikan celengan baru yang lebih bagus jika celengan yang dimilikinya sudah terisi penuh.  

8.  Mengajak anak untukMembuka Rekening  Sendiri di Bank

Ini bisa dilakukan apabila usia anak telah cukup. Atau setidaknya masuk sekolah. Ajak dan kenalkan anak pada tabungan sejak dini sehingga mereka memiliki minat untuk menabung dan membuka rekening sendiri di sana. Jika memungkinkan, kenalkan juga pada anak berbagai produk perbankan lainnya agar mereka lebih paham dan kenal berbagai fasilitas perbankan.

9. Memberikan Anak Jatah Uang Bulanan
Membiasakan anak dalam mengatur dan menyimpan uang sendiri adalah cara yang tepat untuk mengajarkan anak mandiri untuk urusan keuangan sejak dini. Hal ini bisa juga dilakukan dengan memberi anak jatah uang bulanan. Dengan jumlah uang yang cukup, anak akan belajar untuk mengatur dan menggunakannya dengan sebaik mungkin. Berikan juga penghargaan jika ternyata anak dapat menyisihkan uang bulanannya untuk ditabung.

10. Mengajak anak untuk menyisihkan Uang Jajan
Salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk mengajak anak agar rajin menabung yaitu dengan menyisihkan sebagian uang jajan yang kita berikan kepadanya. Kegiatan iti bisa kita lakukan tetapi dengan sepengetahuan anak kita agar mereka ia mengerti dan menerima pengurangan uang jajan tersebut. Hasil dari kegiatan ini bisa kita gunakan untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan, misalnya peralatan sekolah, peralatan olah raga, dan lain sebagainya. Hal itu akan memberikan pengetahuan pada mereka bahwa dengan menabung, bisa digunakan untuk membeli barang-barang yang mereka butuhkan..

11. Mengajarkan pada anak Kebiasaan Mencatat dalam Keuangan

Sangat penting untuk mengajarkan anak bagaimana cara mengelola keuangan dengan rapi dan teratur. Salah satunya dengan membuat catatan rutin mengenai uang yang keluar dan yang masuk. Ajarkan anak untuk biasa melakukan ini dengan disiplin sehingga mereka tahu ke mana saja dan untuk apa saja uang dibelanjakan. Cara ini bisa membuat anak berhati-hati dalam mengeluarkan uang mereka sehingga mereka bisa berhemat dan menabung

12.  Mengajarkan Berinfak/ Beramal
Selagi mengenalkan uang dan mengajari menabung Anda juga bisa menyelipkan pelajaran mengenai beramal. Kita harus bisa mengajarkan anak untuk membantu orang lain/ beramal salah satunya dengan rutin menyisihkan uang dari tabungan untuk membantu sesama, seperti membantu panti asuhan ataupun, orang yang membutuhkan di sekitar kita.
 
13.  Memberi contoh yang baik
Salah satu hal yang tidak boleh ditinggalkan saat mengajarkan anak untuk menabung adalah memberi contoh pada mereka. Alangkah sia-sianya pembelajaran kitta untuk mengajak anak menabung tapi kita sendiri malah jarang menabung dan banyak mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak diperlukan. Alangkah baiknya kita juga ikut menabung bersama dengan mereka sehingga mereka merasa diberi teladan yang baik oleh kita.


20:42 | 0 comments

Cara Memilih Mainan yang Tepat Untuk Anak-Anak

Written By Blogger on Tuesday, 18 July 2017 | 23:15

Cara Memilih Mainan yang Tepat Untuk Anak-Anak


Cara Memilih Mainan yang Tepat Untuk Anak-Anak

Bagi seorang anak, bermain merupakan hak yang harus diberikan kepadanya sebagai bentuk kegiatan mereka sehari-hari. Banyak manfaat yang bisa mereka dapatkan ketika mereka bisa bermain sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka. Dan tiap anak, tiap umur memiliki pilihan sendiri dalam menentukan permainan mereka.
Sebagai orang tua kta dituntuk untuk memberikan kesempatan kepada mereka untuk bermain, menyediakan alat-alat yang mereka butuhkan dan yang tidak boleh kita tinggalkan adalah pendampingan. Yah kita memang harus mendampingi anak-anak kita saat mereka bermain untuk memberikan penjelasan tentang aktivitas-aktivitas yang mereka lakukan.

Untuk memberikan mainan kepada Si Kecil, tidak bisa sembarangan karena dengan pemilihan jenis mainan yang tepat  bisa memberikan stimulus untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan mereka.  Berdasarkan hasil penelitian  yang dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB)   ditemukan bahwa lebih dari 90 persen ibu masih jarang memberikan anaknya mainan yang memberikan rangsangan tumbuh kembang. Kesadaran ibu untuk memberikan stimulus berupa alat permainan masih sangat kurang, padahal stimulus tersebut sangat penting untuk merangsang perkembangan anak, terutama perkembangan otak dan motorik.

Untuk memilih mainan yang tepat buat anak, kita harus bisa memahami  tahapan-tahhapan perkembangan berdasarkan usianya. Sebagai salah acuan, kita bisa melihat   tahap-tahap  berpikir pada anak sebagai berikut:

Usia 0-2 tahun

Merupakan tahap sensori motor, yang terdiri dari sejumlah tahap berikut:
  1. Umur 1-4 bulan. Tahap Primary Circular Reaction. Bayi akan melakukan aksi dan reaksi yang melibatkan tubuhnya sendiri. Pada usia ini, orangtua sebenarnya tak perlu membeli mainan bayi yang mahal. Cukup dengan melakukan baby gym, yaitu menggerak-gerakkan kaki dan tangan bayi, yang berguna untuk merangsang motoriknya.
  2. Usia 4-8 bulan. Secondary Circular Reaction. Pada usia ini, bayi biasanya melakukan aksi untuk mendapat respons dari orang atau objek, sehingga bayi cenderung akan mengulangi aksi yang sama. Lakukan permainan yang akan merangsang kecerdasan audio visual. Misalnya, dengan menirukan suara bayi, bermain 'cilukba' yang bervariasi, mengajak bayi bubbling (menyebutkan kata yang sama, seperti 'mamama' 'bababa'), dan lainnya.
  3. Umur 8-12 bulan. Coordination of Secondary Schemes. Aksi bayi terhadap objek semakin bertujuan. Bayi juga mulai mampu melakukan antisipasi. Ajaklah bayi bermain dengan benda yang sederhana, seperti bola-bola warna warni.
  4. Usia 12-18 bulan. Tertiary Circular Reaction. Bayi akan mulai memvariasikan aksinya. Ajak bayi bermain yang beragam, misal menyusun balok, bermain di pasir atau di air. Ini bisa merangsang indera peraba anak.
  5. Umur 18-24 bulan. Mental Combinations. Bayi sudah mampu menguasai bahasa dan konsep object permanence.

Usia 3-5 tahun

Ini merupakan tahap preoperational. Pada usia ini kemampuan motorik dan bahasa anak berkembang pesat. Kemampuan kognitif berupa fungsi-fungsi simbolis, berkembang melalui 3 cara:
  • Meniru kembali, lewat bermain imitatif seperti main masak-masakan, dokter-dokteran dan lainnya.
  • Bermain simbolis, yaitu dengan memahami identitas dan fungsi benda.
  • Berbahasa
Pada tahap usia ini, anak sudah siap untuk masuk sekolah. Perbanyak mainan dengan bentuk geometris, seperti bola, lingkaran, persegiempat dan segitiga. Bentuk-bentuk geometris adalah dasar anak untuk bisa menulis huruf. Ajarkan juga anak makan, mandi dan pakai baju sendiri. Untuk mengajarkan kemandirian tersebut juga bisa dengan bermain, tentunya dengan mainan yang sederhana Misalnya dengan menggunakan boneka yang mengenakan baju berkancing, mintalah anak membuka dan memakai kancing baju boneka, memandikannya dan lain-lain

Yang juga perlu diperhatikan saat memilih mainan untuk anak kita yaitu:
1.    Memilih mainan anak berdasarkan usia. Salah satu caranya yaitu dengan melhat label yang tertera pada setiap mainan anak-anak yang hendak kita beli
2.    Bagi anak berusia 0-2 tahun, jangan memberikan mainan dengan ukuran yang kecil untuk menghindari mainan termakan oleh mereka
3.    Memilih mainan yang aman dengan menghindari mainan yang ukurannya besar, keras, atau bertepi tajam
4.    Sebisa mungkin memberikan mainan yang dapat dibersihkan/ dicuci untuk menjaga kebersihannya
5.    Jangan memberikan mainan yang memiliki tali panjang untuk menghindari jeratan dan lilitan khususnya pada bayi.
6.    Hindari mainan yang bisa menembak secara otomatis sehingga berpotensi melukai mata

Semoga cara di atas bisa menjadi panduan bagi kita semua dalam memberikan alat-alat permainan terbaik buat anak kita demi menunjang kecerdasan pikiran, emosi, spiiritual dan sosial mereka.
(Detikhealth)
23:15 | 0 comments

Cara Memilih Susu Formula Buat Anak

Written By Blogger on Tuesday, 11 July 2017 | 00:41

Cara Memilih Susu Formula Buat Anak


 
cara Memilih Susu Formula yang baik
Sudah menjadi rahasia umum jika ASI merupakan makanan yang paling baik bagi bayi khususnya yang usianya di bawah 1 tahun.  Namun demikian, dalam kondisi-kondisi tertentu adakalanya mama harus menyiapkan susu formula sebagai pendaming ASI bahkan untuk pengganti ASI.  Dalam berbagai jurnal dan literatur disampaikan bahwa sampai dengan 2 tahun, ASI harus menjadii makanan utama anak kita, karena didalamnya terkandung segala jenis nutrisi yang diperlukan tubuh si kecil untuk dapat tumbuh dengan optimal.

Sebagaimana telah dituliskan di atas, adakalanya ketika anak belum berusia 2 tahun, karena satu dan lain hal harus di beri susu formula. Dan yang sering menjadi pertanyaan bagi para orang tua adalah bagaimana cara memilih susu formula yang bagus buat anak, apalagi saat ini sedang gencar-gencarnya iklan susu formula dengan berbagai kandungan yang diklaim menjadi makanan terbaik buat bayi kita.   

Dirangkum dari berbagai sumber, banyak ahli yang memberikan saran bahwa susu formula yang paling tepat buat ananda dengan usia 1-2 tahun adalah susu full cream yaitu susu sapi yang sudah dipasterisasi dan dihomogenisasi, biasa di jual dalam bentuk cair atau serbuk. Jenis susu sini umumnya mengandung setidaknya 3,2 persen lemak sehingga bisa menjadi sumber protein, lemak, dan kalsium yang bagus demi perkembangan balita kita.

Codex Alimentarius Commision, sebuah badan kesehatan dunia merekomendasikan bahwa susu formula yang baik harus mengandung taurin, nukletida dan DHA. Adapun bagi ananda yang berkebutuhan khusus, beberapa jenis susu formula khusus dapat diberikan, seperti susu rendah laktosa, susu rendah lemak atau jenis susu formula lainnya yang sudah dilengkapi sudah ditambahkan protein, zat besi, kalsium, vitamin D, asam lemak omega-3 dan nutrisi lainya 

Jadi sudah bukan saatnya lagi mama bingung untuk memilih kandungan susu formula yang akan diberikan kepada anak-anak. kita. Akan tetapi yang harus mama ingat adalah bahwa selengkap apapun kandungan yang ada di susu formula, ASI lah yang tetap menjadi makanan terbaik buat ananda. Sebisa mungkin mama harus bisa melengkapi kebutuhan ASI yang merupakan makanan paling alami dan paling sesuai dengan ananda dan menjadi rekomendasi utama para ahli.
00:41 | 0 comments

Mengatasi Anak Terlambat Bicara

Written By Blogger on Saturday, 1 July 2017 | 09:46

Mengatasi Anak Terlambat Bicara


Anak terlambat bicara
Salah satu hal yang membahagiakan orang tua adalah jika melihat anaknya bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Hal itu biasanya ditandai dengan tumbuhnya kemampuan anak sesuai dengan umurnya, seperti kemampuan untuk melihat, duduk, belajar berdiri serta berjalan, berbicara, bersosialisasi dan kemampuan lainnya. 

Salah satu hel yang sering menjadi perhatian orang tua adalah adanya gangguan bicara pada anak. Para orang tua pasti khawatir ketika melihat buah hatinya belum bisa berbicara padahal teman-teman sebayanya sudah mulai ceriwis untuk berkomunikasi dengan orang lain. Seorang anak digolongkan terlambat bicara jika umur anak sudah mencapai 2 atau 3 tahun tapi belum juga bisa berbicara dengan lancar atau hanya bisa mengucapkan potongan kata saja. Dalam kondisi normal, anak usia 1,5 tahun sudah bisa mengucapkan minimal 5 kata secara konsisten seperti mama, papa, ini, itu dan ketika anak berusia 2 tahun dia sudah bisa merangkat beberapa kata sederhana. 

Untuk mengatasi gangguan bicara pada anak, salah satu hal yang pertama kali dilakukan yaitu mengetahui faktor penyebabnya.  Secara garis besar, ada dua hal yang bisa menyebabkan anak mengalami kesulitan ketika belajar berbicara, yaitu faktor psikologis dan biologis. Secara psikologis, anak-anak masih sangat rentan dengan kondisi kejiwaannya, sehingga hal-hal yang sepele kadang menjadikan trauma bagi mereka yang bisa berpengaruh negatif pada perkembangan mereka saah satunya kemampuan untuk berbicara. Selain faktor traumatis, faktor genetik, kebiasaan dan lingkungan ternyata juga bisa berpengaruh terhadap kemampuan berbicara anak. Selain itu ada juga faktor Yakni autisme, retardasi mental, kelainan perilaku, dan adanya kondisi kecemasan.

Seorang anak dengan autisme, akan mengalami gangguan perkembangan karena mereka menutup diri sehingga mengalami keterbatasan komunikasi,  sulit dikendalikan, dan interaksi sosial yang berkurang. Penyebab anak mengalami gangguang bicara lainnya adalah adanya retardasi mental atau gangguan psikologis yang mana anak tidak mampu mengurus dirinya sendiri, kesulitan berkomunikasi dan ketidakmampuan mengenali sesuatu berbahaya atau tidak. Salah satu cirinya adalah intelegent quotient (IQ) di bawah 70, yang bisa diketahui dari hasil tes.  Adanya kelainan perilaku yang muncul pada anak yang menarik diri dari kondisi ramai (sindrom asperger), meski sangat jarang ditemui, juga bisa menyebabkan gangguan bicara pada anak. 

Upaya untuk mengatasi gangguan bicara pada anak yang selanjutnya yaitu dengan berkonsultasi dengan ahli termasuk keungkinan untuk melakukan terapi wicara atau pengobatan, memberikan kesempatan pada anak kita untuk berinteraksi dan bermain dengan teman-teman sebayanya, menstimulasi anak dengan mengajaknya berkomunikasi meskipun anak belum mampu berbicara, termasuk mengajarkan kata kepada anak dengan pengucapan yang jelas. 

Jadi, tunggu apalagi. Jika kita memiliki anak yang dirasa bermasalah dengan kemampuan bicaranya, konsultasi dengan ahli harus secepatnya dilakukan agar tidak mengalami keterlambatan yang nantinya akan memperparah keadaan.   (Sumber: www.suaramerdeka.com)
09:46 | 1 comments

Placenta Accreta, Penyakit yang Membuat Kim Kardashian Sewa Rahim

Written By Blogger on Friday, 30 June 2017 | 01:11

Placenta Accreta, Penyakit yang Membuat Kim Kardashian Sewa Rahim
 

 
Placenta Accreta, Kim Kardashian
Kim Kadarshian dan keluarganya  (Foto: Mirror)
Berbagai surat kabar dan kini massa baru-baru ini dihebohkan dengan berita mengenai pasangan artis yang cukup terkenal di dunia  Kim Kardashian dan Kayne West yang  terpaksa harus menyewa jasa ibu pengganti atau surrogate mother untuk mendapatkan anak ketiga.  Hal itu terjadi karena Kim Kardashian  mengidap penyakit  placenta accreta atau biasa juga disebut dengan retained placenta.

Dari berbagai sumber yang mamimu.id dapatkan, placenta accreta adalah suatu kondisi  dimana kehamilan terjadi ketika pembuluh darah dan bagian lain dari plasenta tumbuh terlalu dalam di dinding rahim. Dalam kondisi yang normal, plasenta akan lepas dari dinding rahim pada saat proses pesalinan berlangsung. Namun pada placenta accreta, sebagian atau seluruh plasenta tetap menempel sehingga berisiko memicu perdarahan hebat saat melahirkan. Oleh karena itu terlalu berisiko bagi Kim untuk hamil dengan rahimnya sendiri.

Dalam kondisi-kondisi tertentu, kehamilann dengan placenta accreta baru terdeteksi ketika sudah terjadi pembuahan. Dengan kondisi tersebut, kehamilan masih bisa dipertahankan akan tetapi proses kelahiran akan dilakukan dengan operasi sesar, atau bahkan diikuti degan operasi pengangkatan rahim.

Meski kasus ini tergolong kehamilan yang beresiko tinggi dan berbahaya, akan tetapi sampai dengan saat ini tenaga medis masih belum bisa menjelaskan secara pasti apa penyebab plasenta akreta ini. Sebagaimana disampaikan oleh dr Khanisyah Erza Gumilar, SpOG melalui detikHealth, para ahli belum bisa memberikan penjelasan yang akurat terkait penyebab penyakit ini.  Hanya saja ada dugaan bahwa salah satu penyebabnya adalah adanya kerusakan pada endometrium.  Selain itu juga beredar kabar bahwa kadar alpha-fetoprotein (AFP) juga bisa menyebabkan terjadinya placenta accreta. 

Disinyalir, para ibu (calon ibu) yang mengalami kehamilan dengan usia 35 tahun ke atas serta memiliki riwayat operasi caesar, opreasi myoma, kuret dan kelainan rahim bawaan menjadi pihak yang paling beresiko untuk menderita penyakit ini.  Untuk itu bagi mama yang merencanakan memiliki ananda di usia-usia rawan dan memiliki riwayat sebagaimana di sebutkan di atas baik kiranya jika selalu mengkonsultasikan dengan dokter keluarga demi mencegah terjadinya penyakit tersebut. 
Sumber: health.detik.com


01:11 | 0 comments

Cara Meningkatkan Kinerja Otak Anak

Written By Blogger on Thursday, 29 June 2017 | 03:41

Cara Meningkatkan Kinerja Otak Anak  


 
Perkembangan Otak Anak
Otak merupakan salah satu organ yang paling penting dalam kehidupan kita. Perkembangan otak dimulai ketika bayi masih dalam kandungan dan berlanjut ketika anak lahir hingga tyumbuh membesar. Dan di vase bayi-anak-anak itulah pertumbuhan otak mengalami masa yang sangat penting.

Untuk membantu agar pertumbuhan otak bisa berkembang yang pada nantinya akan meningkatkan kinerja otak secara maksimal, setiap orang tua perlu melakukan perlakuan khusus bagi anaknya masing-masing. Sebenarnya ada cara yang dianggap gampang tapi akan memberi pengaruh cukup besar terhadap kinerja anak, yaitu dengan membaca buku cerita secara rutin bersama anak.

Sebagaimana di publikasikan melalui jurnal Plos One,  dapat diketahui jika apabila orang tua mampu melibatkan diri ketika anak-anaknya sedang membaca buku, maka akan bisa memberi dorongan kognitif terhadap otak anak tersebut.Berkaitan dengan penelitian ini, yang penting untuk dicatat adalah membaca bersama anak memiliki banyak manfaat.

Dalam peneitian tersebut juga disebutkan bahwa mengucapkan kata-kata dengan lantang ternyata belumlah cukup untuk memperbaiki perkembangan kognitif pada anak-anak prasekolah. Temuan ini memperkuat nilai "bacaan dialogis," dimana anak didorong untuk berpartisipasi secara aktif.

Penelitian tersebut dilakukan oleh John Hutton, seorang dokter anak di Cincinnati Children's Hospital Medical Center di AS mengatakan. Hutton juga menyampaikan bahwa  jika orangtua harus lebih terlibat saat membaca bersama anak seperti mengajukan pertanyaan, mintalah mereka membalik halaman, dan berinteraksi satu sama lain. Fungsional magnetic resonance imaging (FMRI) menemukan aktivasi otak secara signifikan lebih besar pada anak berusia empat tahun yang lebih banyak terlibat dalam mendengarkan cerita, menunjukkan mekanisme peningkatan keterlibatan dan pemahaman baru. Dan kondisi ini bisa memicu aktivasi otak atau 'turbocharge' pengembangan keterampilan keaksaraan, terutama pemahaman, pada anak-anak usia prasekolah.

Ketika melksanakan penelitian ini, Hutton  melakukan pemindaian MRI fungsional dari 22 anak perempuan berusia 4 tahun, untuk mengeksplorasi hubungan interaktivitas verbal selama observasi saraf ibu dan anak selama mendengarkan cerita. Dan ternyata, anak-anak yang menunjukkan minat yang lebih besar dalam narasi menunjukkan peningkatan aktivasi di bidang otak serebelum kanan, yang diduga mendukung perolehan dan penyempurnaan keterampilan kognitif melalui koneksi ke area fungsi bahasa, asosiasi dan eksekutif.

Jadi bagi orang tua yang menginginkan anak-anaknya bisa menjadi pandai dan cerdas, mereka harus bisa meluangkan waktunya secara rutin untuk menemani anak-anak mereka membaca buku.

www.suara.com

03:41 | 0 comments

Menebak Kepribadian Seseorang Berdasarkan Golongan darah

Written By Blogger on Wednesday, 28 June 2017 | 08:57

Menebak Kepribadian Seseorang 
Berdasarkan Golongan Darah


 
Golongan darah dan kepribadian
Kepribadian seseorang menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam pergaulan sehari-hari khususnya bagi kita dalam memilih teman. Semakin lama kita berinteraksi maka akan semakin kelihatan tipe dan jenis kepribadian dari orang tersebut. Dan tahukah anda bahwa kepribadian seseorang dapat kita lihat dari golongan darahnya?
Memang hal ini belum bisa dibuktikan secara ilmiah, namun ada baiknya kita mencoba mencocokkan antara golongan darah dengan tipe kepribadian orang terdekat kita. Penasaran? Silahkan cek ulasan berikut ini.

1. Golongan darah A

Orang dengan golongan darah A merupakan tipe orang yang bersungguh-sungguh, masuk akal, sabar, dan setia. Mereka pasangan yang baik dan bisa dipercaya. Mungkin bukan orang yang penuh kejutan dan romantis, namun mereka mampu memberikan dukungan emosional untuk pasangannya. Mereka termasuk orang yang cerewet, dan mudah tegang dalam berhubungan.

2. Golongan darah B

Orang bergolongan darah B tergolong orang yang liar, penuh gairah, kreatif, dan kuat. Sayangnya mereka memiliki sifat yang egois, dan kurang bertanggung jawab. Di Jepang, orang bergolongan darah B ini merupakan calon pasangan yang paling dihindari. Namun, Anda tak perlu langsung menghindari orang bergolongan darah B. Kita tidak akan pernah tahu bagaimana jodoh kita, kan? Siapa tahu ia justru dapat melengkapi sifat-sifat Anda.

3. Golongan darah AB

Orang bergolongan darah AB  merupakan orang yang cool, rasional, ramah, dan mudah beradaptasi. Mereka adalah sahabat yang baik untuk pasangannya. Mereka juga sangat mudah jatuh cinta, namun merupakan tipe pasangan yang tidak akan mencintai Anda seperti Anda mencintai mereka. Mereka juga termasuk orang yang sedikit kritis.

4. Golongan darah O

Mereka adalah pasangan yang sangat menyenangkan, optimis, dan sosial. Orang bertipe O hangat dan penuh dengan cinta. Mereka tipe orang yang sangat romantis, dan penuh dengan kejutan yang akan membuat Anda meleleh, bahkan di saat Anda tak mengharapkannya. Sayangnya, mereka tipe orang yang pencemburu, sedikit sombong, dan arogan. Tak jarang mereka akan memeriksa daftar telepon dan SMS di ponsel Anda karena rasa cemburunya.

Semoga dengan membaca artikel ini, kita bisa menebak bagaimana kepribadian dari orang-orang di sekitar kita, sehingga kita bisa bersikap sesuai dengan sifat-sifat orang tersebut.

Sumber: Kompas
08:57 | 0 comments

Facebook