Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Cube Test

Hubungan antara Kesepian dan Kesehatan

Written By Blogger on Sunday, 5 November 2017 | 20:47

Hubungan antara Kesepian dan Kesehatan


Kesepian merupakan suatu perasaan yang dirasakan oleh seseorang karena tidak ada/ kurangnya interaksi dengan orang lain. Biasanya kesepian dialami oleh orang yang hidup sendiri atau menyendiri karena satu dan lain hal. Sebagai seorang wanita yang memiliki bakat terpendam untuk selalu berinteraksi dengan orang lain, kesepian menjadi salah satu momok bagi kita. Dan tahukah bunda, kalau teryata perasaan kesepian sangat mempengaruhi kesehatan seseorang? 

Berdasarkan penelitian para ahli yang dilansir dari Cheat Sheet, kesepian akan memberikan dampak yang cukup siginfikan terhadap kesehatan, antara lain:  

1.    Kesepian berpotensi melemahkan kekebalan tubuh

Kesepian yang disebabkan oleh minimnya interaksi antar manusia ternyata memiliki korelasi positif denngan berkurangnya sistem kekebalan tubuh. Menurut penelitian yang dipublikasikan di Psychological Science, jika kita mengalami kesepian yang berujung pada stres, maka tubuh kita akan menghasilkan sejenis protein yang mampu menimbulkan peradangan sebagai respon dari perasaan kita. Dalam jangka waktu yang cukup lama, dengan adanya peradangan tersebut maka kekebalan yang dimiliki oleh tubuh kita akan mengalami penurunan sehingga leboh rawan terpapar penyakit.

2.    Kesepian bisa menimbulkan penyakit jantung
Perasaan sepi yang berpengaruh terhadap kenyamanan seseorang ternyata berkolerasi dengan kinerja jantung.  Perasaan esepian yang berujung pada stres ternyata bisa menimbulkan perangsangan saraf simpatis sehingga irama detak jantung menjadi tidak teratur yang berujung pada gangguan pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner). Selain itu kesepian juga bisa meningkatkan tekanan darah karena beban pikiran yang lebih besar daripada orang kebanyakan. 

3.    Kesepian bisa meningkatkan resiko demensia

Demensia merupakan suatu gejala yang disebabkan oleh penyakit atau kelainan pada otak yang ditandai dengan terganggunya mental seseorang sehingga menyebabkan gangguan berpikir, hilang ingatan dan perubahan sifat dan perilaku seseorang. Jika tidak ditangani, gejala demensia akan menjadi semakin buruk dan mengganggu kegiatan keseharian seseorang. Dan ternyata berdasarkan suatu penelitian yang dilakukan di Chicago Rush University Medical Center diketahui bahwa responden yang mengalamii kesepian memiliki potensi untuk menderita penyakit demensia dua kali lebih besar daripada responden yang memiliki kehidupan normal.  

4.    Kesepian bisa berpengaruh terhadap obesitas
Kesepian yang melanda seseorang biasanya akan membuatnya merasa malas untuk melakukan sesuatu khususnya kegiatan fisik. Dengan keterbatasan kegiatan fisik yang mereka lalukan, obesitas akan lebih mudah menghampirinya. Jadi bagi bunda dan mama yang sedang melakukan diet atau melawan obesitas, jangan sampai kesepian ya Bun n Mam ?

5.    Kesepian menjadi salah satu penyebab terbesar depresi
Kesepian dan depresi merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan, karena kebanyakan kesepian akan berujung pada depresi. Hal ini sebenarnya tidak hanya terjado pada orang dewasa saja, tapi juga terjadi pada anak-anak dan remaja yang sangat memerlukan interaksi dengan orang lain ketika mereka mulai dan sedang berkembang. 

So, bagai mana Bun dan Mam ? sudah paham kan arti penting interaksi dengan orang lain di sekitar kita ? So jangan lupa untuk selalu berhubungan dengan orang lain agar hidup kita selalu bahagia
20:47 | 1 comments

Sindrom Kleine-Levin penyebab seseorang menjadi Putri Tidur

Written By Blogger on Wednesday, 1 November 2017 | 21:46

 Sindrom Kleine-Levin  
penyebab seseorang menjadi  Putri Tidur



Sindrom Kleine-Levin
Dalam beberapa waktu ini, dunia kesehatan Indonesia dihebohkan dengan adanya seorang anak yang tidur selama beberapa hari tanpa bisa dibangunkan oleh keluarganya. Bak cerita Sang Putri Tidur yang ada di dongeng-dongeng, remaja tersebut bisa menghabiskan satu siklus tidur hingga 2 minggu, dimana disela-sela tidurnya, dia hanya bisa bangun untuk makan, minum, dan buang air dengan kondisi setengah sadar dan harus dituntun oleh kedua orangtuanya. Menurut para ahli, ternyata remaja tersebut menderita suatu penyakit uang biasa disebut dengan Sindrom Kleine-Levin, Kelainan Langka yang Membuat Penderitanya Jadi Putri Tidur 

Pengertian Sindrom Kleine-Levin
Sindrom Kleine-Levin adalah penyakit syaraf berupa kelainan neurologis langka ( hanya ada sekitar 1000 orang di seluruh dunia yang menderita penyakit ini) dan kompleks yang ditandai dengan jumlah tidur yang berlebihan (bisa berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan bisa berbulan-bulan) dan perubahan perilaku.  

Penyakit ini bersifat universal, artinya bisa menyerang siapa saja, baik itu anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Pada  tahap awal, seseorang yang mengalami Sindrom Kleine-Levin akan mengalami rasa kantuk yang cukup berat sehingga mendorong mereka untuk tidur hampir sepanjang hari dan malam (hypersomnolence).  Penderita kadang  bisa terbangun hanya untuk makan atau pergi ke kamar mandi. Mereka pun kadangkala bisa dibangunkan oleh orang lain, namun ketika terbangun mereka akan merasa capek dan letih. Selain itu, tingkah laku merea akan seperti anak kecil karena sebagian memori ingatannya terhapus ketika tertidur. Semakin lama mereka tidur, maka semakin banyak ingatan yang terhapus dari otak. Di sela episode, orang-orang dengan KLS tampak sehat sempurna tanpa bukti adanya disfungsi perilaku atau fisik. Episode KLS dapat berlanjut selama 10 tahun atau lebih. KLS kadang disebut di media sebagai sindrom "Sleeping Beauty".

Gejala Syndrom Kleine-Levin
Untuk mengetahui apakah seseoranng terkena Sindrom Kleine-Levin atau tidak, kita bisa amati pada waktu tidurnya.   Ketika sindrom tersebut menyerang, orang yang menderita penyakit ini akan mengalami tidur yang berlebihan. masa-masa ini biasa disebut ‘episode’.
Seorang pasien KLS akan memiliki gejala 1, satu atau lebih gejala 2 .

1.   Episode rekuren hipersomnia berat (2-31 hari)

2.   Menambah satu atau lebih tanda berikut:
  • Kelainan kognitif seperti perasaan tidak sadar, kebingungan, halusinasi karena penderita tidak dapat membedakan mana kenyataan mana mimpi. Tidak jarang di sela-sela berlangsungnya episode, penderita sering melamun dan terlihat seolah-olah tidak sadar dengan lingkungan sekitarnya
  • Perilaku abnormal seperti iritabilitas, agresi, bertingkah laku seperti anak kecil, merasa kebingungan, disorientasi, letargi (kehilangan energi dan merasa sangat lemas), hingga apatis atau tidak menunjukkan emosi terhadap yang terjadi di sekitarnya.
  • Penderita   menjadi lebih sensitif terhadap banyak hal seperti misalnya suara dan cahaya. Kehilangan nafsu makan juga bisa terjadi ketika suatu episode sedang berlangsung. Beberapa juga menyatakan munculnya nafsu seksual yang meningkat secara tiba-tiba

Tapi, tidak semua orang terkena KLS menunjukkan semua gejala yang dijelaskan di atas. Individu yang terkena KLS dapat tidak mengalami gejala-gejala tersebut, dan kemudian gejala muncul kembali dengan sedikit peringatan. Episode KLS dapat terus berulang kembali selama satu dekade atau lebih dengan dampak buruk pada kehidupan dan keluarga. KLS merampas kehidupan anak-anak, remaja hingga orang dewasa yang terkena. satu episode menyiksa sekaligus.
Penundaan diagnostik rata-rata untuk diagnosis Sindrom Kleine-Levin yang tepat adalah 4 tahun. Hal ini berarti pasien KLS rata-rata membutuhkan waktu 4 tahun sebelum menerima diagnosis yang akurat, sehingga menyebabkan penderitaan yang tidak semestinya. Sayangnya, penyebab Sindrom Kleine-Levin belum diketahui.

Penyebab Syndrom Kleine-Levin
Sampai dengan saat ini, belum ada ahli yang bisa menjelasnyak penyebab terjadinya penyakit ini, tetapi gejala-gejala yang muncul pada sindrom ini mengindikasikan adanya malfungsi kerja bagian hipotalamus dan thalamus pada otak yang berperan dalam mengatur nafsu makan serta tidur.
Sebagian peneliti di Amerika Serikat mempercayai penyebab penyakit KLS adalah mutasi gen atau DNA yang dibawa oleh orang tua penderita. Tetapi penyebab pasti KLS masih belum diketahui.
21:46 | 0 comments

Alergi pada Anak, Penyebab dan Gejalanya

Written By Blogger on Thursday, 12 October 2017 | 01:47

Alergi pada Anak, Penyebab dan Gejalanya


Alergi pada anak
Alergi adalah  sebuah kondisi di mana tubuh memiliki respons yang berlebihan terhadap suatu zat asing yang dihirup, disuntikkan, tertelan, atau bahkan tersentuh.  Zat atau benda asing yang menimbulkan alergi tersebut disebut alergen. Dalam kondisi normal, tubuh manusia dapat melawan bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Namun, karena satu dan lain hal, adakalanya  sistem kekebalan tubuh tidak bisa melawan serangan zat tersebut khususnya yang tidak terlalu bahaya seperti debu ataupun jamur. Apabila zat-zat tersebut berinteraksi dengan tubuh, maka sistem imunitas akan membuat antibodi yang disebut immunoglobulin E (IgE) untuk melindungi tubuh kita.  IgE kemudian menstimulasi sel tertentu untuk mengeluarkan zat kimia termasuk histamin ke dalam aliran darah untuk mempertahankan diri terhadap alergen. Akibat dikeluarkannya histamin tersebut dapat memunculkan reaksi alergi pada tubuh, mulai dari mata, hidung, kulit, paru-paru, dan saluran pencernaan.

Penyebab Utama Alergi pada Anak
Penyebab alergi (alergen)  yang paling banyak dialami oleh anak-anak (dan juga orang dewasa) adalah makanan. makanan merupakan salah satu alergen. Berdasarkan data dari Mayo Clinic, terdapat 160 jenis makanan yang dapat menimbulkan alergi makanan. Akan tetapi, dari sekian banyak jenis alergen makanan tersebut, hanya beberapa jenis saja yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Adapun jenis makanan yang sering menimbulkan alergi antara lain: susu, telur, ikan, makanan laut seperti kepiting, udang dan lain sebagainya, kacang pohon (seperti almon dan walnut), kacang tanah, gandum, dan kedelai. Penyebab alergi yang paling banyak selain makanan antara lain disebabkan oleh serbuk sari, spora, kutu debu, rambut hewan peliharaan, atau hewan lain seperti kecoa.


Gejala Alergi pada Anak

Alergi pada anak bisa berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Secara umum, gejala yang akan tampak apabila anak kita mengalami alergi adalah Ruam; Gatal; Bengkak di mata, bibir, dan lidah; mual; Kram; Muntah; Diare; Hidung tersumbat; Sesak napas dan lain sebagainya. Dari semua gejala tersebut di atas, masih ada gejala alergi yang paling berat yaitu reaksi anafilaksis yang ditandai dengan penurunan tekanan darah, penurunan kesadaran, dan denyut jantung tak teratur.
Secara spesifik, gejala alergi pada anak akan berbeda-beda sesuai dengan penyebab alergi, lokasi alergi maupun tingkat keparahan. Berikut beberapa jenis alergi pada anak yang sering ditemui:

Gejala Alergi pada kulit
Sebagaimana kita ketahui, kulit adalah organ tubuh terbesar dan dapat langsung bereaksi pada alergen. Apabila anak kita mengalami alergi pada kulit, maka gejalanya akan tampak seperti eksim dimana bagian kulit tampak kering, merah, bersisik dan gatal. Dalam skala besar, gejala alergi kulit bisa berupa urtikaria (biduran), yaitu kondisi ketika kulit tampak memerah dengan jangkauan yang beragam.

Gejala Alergi makanan pada anak
Alergi makanan pada anak bisa ditandai dengan adanya gangguan pada usus seperti kram perut atau diare yang berulang dan kadangkala diikuti dengan sakit kepala, lelah yang berlebihan, serta gelisah dan gangguan mood. Beberapa jenis makanan yang umum menyebabkan alergi antara lain susu, telur, kacang-kacangan, kedelai, gandum, ikan, kerang, dan beragam jenis jeruk. 

Gejala Alergi pada hidung/ Alergi pernafasan
Alergi pada hidung biasanya bisa dideteksi ketika anak kita berusia 4 tahun. Hal itu terjadi karena dibutuhkan waktu beberapa tahun sebelum seorang anak benar-benar mengalami alergi,  meskipun bisa juga  alergi pernapasan terjadi pada anak usia 2-3 tahun. Gejala yang umumnya dialami anak dengan alergi pernapasan antara lain hidung gatal dan berair, hidung tersumbat, sering bersin, batuk berulang, mata merah dan berair, lingkaran gelap di bawah mata, bernapas melalui hidung saat tidur, dan kelelahan karena kurang tidur. 

Gejala Alergi Karena binatang peliharaan
Binatang peliharaan, ternyata juga bisa menimbulkan alergi yang disebabkan oleh sel kulit mati, air liur, urine, dan bulu dari binatang tersebut. Apabila anak bersin-bersin setelah bermain ataupun memegang binatang peliharaan, maka perlu diwaspadai jika mereka mengalami alergi. Unntuk menghilangkan pengaruh alergi binatang peliharaan dibutuhkan waktu sekitar satu tahun, setelah hewan tersebut tidak berada di sekitar kita. Hal ini disebabkan karena sel kulit mati hewan peliharaan anda dapat bertahan hingga satu tahun sebelum benar-benar hilang.


01:47 | 0 comments

Mengatasi Bayi yang sering Kentut

Written By Blogger on Wednesday, 13 September 2017 | 21:37

Mengatasi Bayi yang sering Kentut


Mengatasi Bayi yang sering Kentut

Kentut merupakan salah satu proses alamiah pada tubuh manusia, dari bayi baru lahir hingga orang tua yang sudah uzur. Untuk bayi yang berumur kurang dari 1 tahun, fenomena lebih sering kentut bukanlah suatu hal yang asing bagi ibu-ibu. Dan ternyata, ada banyak faktor yang menyebabkan bayi kita sering kentut. Untuk lebih lengkapnya silahkan baca di sini: Penyebab bayi sering kentut.  

Walaupun seringnya bayi kentut tidak membahayakan kesehatan bayi, banyaknya gas di perut bayi membuatnya merasa tidak nyaman. Maka, ibu mungkin bisa membantu bayi untuk mengurangi tertimbunnya gas di dalam perut bayi dengan cara-cara seperti berikut:

1.    Bantu bayi untuk bersendawa
Kentut yang terjadi pada bayi utamanya adalah disebabkan karena adanya penumpukan gas yang berlebih pada tubuh (perut) sehingga secara reflek tubuh akan mengeluarkan kandungan gas tersebut saah satunya melalui kentut. Selain dengan kentut, sebenarnya mekanisme pengeluaran gas berlebih juga bisa dilakukan dengan bersendawa (mengeluarkan gas melalui mulut. Untuk membuat bayi bersendawa, sebenarnya mudah: silahkan posisikan bayi di gendongan seperti berdiri dengan kepalanya di bahu Anda, lalu tepuk-tepuk lembut punggungnya dengan frekuensi tertentu. Lakukan ini setiap 3-5 menit atau setelah ibu selesai menyusui bayi. Dengan menepuk-nepuk punggung bayi ini, maka bayi akan bersendawa dan mengeluarkan sebagian gas yang masuk ke perutnya.

2.    Memijat-mijat perut bayi dengan minyak telon.
Salah satu upaya agar bayi tidak sering kentut yaitu dengan memijat bayi dengan minyak telon.  Dengan memijat perut bayi menggunakan minyak telon, perut bayi akan terasa lebih hangat yang bisa membuatnya lebih nyaman. Pijatan lembut juga bisa membantu memperlancar pergerakan udara melalui saluran pencernaannya dan meringankan gelembung gas di perutnya. Selain membantu menghilangkan gas, pijatan lembut pada perut bayi akan membuat perutnya makin terasa nyaman dan bayi tambah rileks

3.    Perhatikan ukuran dot bayi
Untuk bayi yang minum susu formula atau ASI menggunakan botol, Ibu sebaiknya memilih dot    yang sesuai dengan ukuran mulut bayi. Ukuran dot yang tidak sesuai bisa membuat gelembung gas lebih mudah masuk ke dalam pencernaan bayi. Cobalah untuk memilih ukuran dot yang tidak terlalu kecil dibandingkan mulut bayi sehingga tidak ada udara yang ikut masuk saat bayi menyusu. Tapi jangan juga memilih ukuran dot yang terlalu besar karena bisa membuat susu keluar terlalu banyak yang membuat bayi tidak nyaman saat minum susu

4.    Lakukan gerakan olahraga ringan untuk si Kecil
Untuk memudahkan terbuangnya gas dari dalam perut, orang tua bisa menggerakkan kaki Si Kecil selayaknya dia sedang mengendarai sepeda. Caranya, telentangkan bayi di kasur dan pegang kedua kakinya. Kemudian gerakkan dengan lembut secara bergantian seperti sedang mengayuh sepeda. Gerakan ini dapat mendorong gelembung-gelembung udara keluar melalui usus. Lakukan hal ini beberapa kali dalam sehari. Disarankan dilakukan pada waktu yang tepat, seperti saat orang tua sedang mengganti popoknya.

5.    Menjaga  pola makan ibu yang sedang menyusui
Apabila mama menemukan seringnya kentut bayi Anda disebabkan oleh makanan tertentu, maka mama harus mulai memperhatikan makanan yang di konsumsi ketika masih dalam rangka memberikan ASI pada si kecil. Untuk menjaga kandungan laktosa pada ASI, ada baiknya bagi ibu-ibu yang sedang menyusui untuk menjaga pola makannya. Apabia banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung gas seperti kol, jenis kacang – kacangan dan makanan olahan dari susu, akan memberikan gas yang lebih banyak pada ASI

6.    Menjaga MPASI yang dikonsumsi oleh Bayi Kita

Apabila si kecil sudah mulai makan makanan pendamping ASI (MPASI) maka mama juga harus memperhatikan bahan makanan yang dikonsumsinyaa. Sebaiknya menghindari, atau mengurangi, bahan makanan yang tampaknya memberi reaksi tertentu pada bayi Anda.  Sebaiknya kita memberikan MPASI dari bahan alami yang dibuat sendiri sehingga lebih terjamin kebersihan dan kandungan gizinya. 

7.    Memakai obat pengusir gas

Hal yang terakhir bisa mama lakukan untuki mengurangi kentut pada si kecil adalah dengan memberikan obat pengusir gas. Sebaiknya mintalah saran kepada dokter atau apoteker untuk mendapatkan obat yang tepat. Konsultasikan juga dengan mereka mengenai kandungannya agar Si Kecil terhindar dari efek samping negatif obat tersebut. Dan yang perlu diperhatikan, pergunakan cara yang terakhir ini apabila mama dalam situasi yang mendesak.








21:37 | 0 comments

Penyebab Bayi sering Kentut

Written By Blogger on Monday, 11 September 2017 | 21:33

Penyebab Bayi sering Kentut


Penyebab Bayi sering Kentut
Bayi mama sering kentut? Gak usah panik, kentut pada bayi berbeda dengan kentut orang dewasa yang kadangkala disebabkan oleh perut kembung (masuk angin). Kentut pada bayi terutama pada saat bayi baru lahir dan selama usia kurang dari satu tahun merupakan kondisi yang umum dan normal. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli, bayi sering mengalami kentut dikarenakan sistem pencernaan mereka yang belum sepenuhnya berkembang. 

Sebagaimana diketahui, kentut merupakan cara tubuh membuang gas-gas yang tidak dibutuhkan tubuh. Gas itu bisa masuk ke dalam tubuh dengan melalui makanan yang yang mengandung gas, makan terlalu cepat dan lain-lain sehingga lama-kelamaan gas di dalam perut semakin menumpuk dan tubuh bereaksi dengan mengeluarkannya melalui kentut

Bayi dengan usia kurang dari satu tahun sangat rentan terhadap masalah terkait gas pencernaan dengan gejala perut kembung, perut buncit dan sering kentut. Kondisi tersebut biasanya membuat bayi menjadii tidak nyaman dan ujung-ujungnya mengalami gangguan tidur, gelisah ataupun rewel. Biasanya, bayi dengan umur kurang dari 1 tahun mengeluarkan gas sebanyak 3 hingga 4 kali dalam durasi 20 menit.

Ada banyak hal yang menyebabkan bayi dengan usia 0-1 tahun sering mengalami kentut, antara lain: 

1.    Bayi menelan gelembung udara saat menyusu
Pada saat bayi minum ASI ataupun susu melalui botol, gas dan gelembung udara bisa ikut masuk tertelan ke dalam saluran pencernaan jika anak kita menghisap air susu dengan tergesa-gesa atau terlalu cepat. Apabila bayi kita menyusu menggunakan botol, ukuran dot yang tidak sesuai juga bisa menyebabkan lebih banyaknya udara atau gas yang tertelan sehingga menyebabkan anak kita sering kentut. Untuk mengatasinya, mama harus bisa menjaga bayinya agar tidak tergesa-gesa saat menyusu, mengubah – ubah posisi pada saat bayi menyusu,  serta menepuk – nepuk punggung bayi dengan lembut secara berkala setiap 3 hingga 5 menit untuk menyendawakan bayi agar udara yang tertelan dapat keluar sebagian. 

2.    Sistem pencernaan bayi  belum bekerja secara sempurna

Bayi yang berusia 0-1 tahun, organ-organnya masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan dasar, jadi kinerjanya belum sempurna termasuk organ-organ yang mengatur sistem pencernaan.  Kondisi tersebut akan bermasalah ketika sistem pencernaan yang seharusnya mampu menguraikan laktosa (sejenis karbohidrat yang terkandung dalam Susu/ ASI). Karena sistem perncernaannya sendiri belum sempurna, laktosa tidak berhasil diserap oleh usus halus sehingga akan turun ke usus besar dan akan terjadi fermentasi oleh mikroorganisme di dalamnya sehingga akan menghasilkan gas.

3.    Adanya kandungan Laktosa pada ASI atau susu formula yang diminum bayi
Laktosa dalam ASI atau susu formula adalah bentuk karbohidrat yang seharusnya akan diserap oleh usus halus. Namun, dikarenakan pencernaan bayi yang belum sempurna, karbohidrat ini tidak terserap dengan baik oleh usus halus sehingga akan terjadi fermentasi oleh mikroorganisme yang kemudian menghasilkan gas. 

4.    MPASI yang dimakan bayi
Ada makanan-makanan tertentu yang sulit dicerna oleh bayi. Jika bayi tampak sering kentut setelah makan makanan tertentu, mungkin pencernaannya mengalami kesulitan mencerna makanan tersebut. Jagung, brokoli, dan kacang-kacangan termasuk bahan makanan yang membuat produksi gas berlebih di dalam perut.

5.    Makanan yang dimakan oleh ibu
Jika Anda masih memberi ASI eksklusif pada bayi Anda, bisa jadi makanan yang Anda makan lah yang menjadi penyebab bayi sering kentut. Hal ini dikarenakan, zat-zat yang masuk ke dalam tubuh Anda akan dimakan oleh bayi Anda juga melalui ASI. Jika bayi memiliki intoleransi terhadap makanan yang Anda makan, dia akan ikut bereaksi setelah meminum ASI.

Demikian tadi penyebab kenapa bayi kita sering mengalami kentut. Untuk artikel selanjutnya akan kita ulas Cara Mengatasi Bayi yang sering Kentut


21:33 | 1 comments

Tips Mengajarkan Anak untuk Menabung

Written By Blogger on Sunday, 13 August 2017 | 20:42

 Tips Mengajarkan Anak untuk Menabung 


Anak menabung
Masa anak-anak merupakan waktu yang sangat krusial karena pada saat itu anak-anak belajar tentang kondisi di sekitarnya yang akan menentukan karakter dan kebiasaan sampai dengan dewasa nantinya. Banyak hal yang bisa kita ajarkan pada anak-anak kita di di waktu tersebut baik itu tentang kecerdasan akademis, pengetahuan, etika (sopan santun) dan lain sebagainya. Salah satu hal yang perlu dikenalkan pada anak sejak dini adalah menabung. Banyak sekali manfaat yang akan didapatkan ketika kita bisa membiasakan anak untuk selalu melakukan kegiatan ini, meskipun kadangkala harus dilakukan dengan telaten. 

 
Manfaat mengenalkan Menabung pada anak
 
Apabila kita mengenalkan manfaat menabung pada anak sejak dini, banyak manfaat yang akan didapatkan, antara lain:
1.     mengajarkan anak untuk bertanggung jawab
Dengan mengajarkan menabung, berarti kita juga mengajarkan anak untuk selalu bertanggung jawab dalam mengelola uang yang kita berikan pada mereka. Dan pada nantinya rasa tanggung jawab tersebut akan terbawa di kemudian hari sampai kelak mereka dewasa

2.     menumbuhkan sikap mandiri dan tidak tergantung pada orang lain  

Semakin terbiasa anak kita menabung, maka mereka akan selalu merasa memiliki simpanan yang bisa mereka gunakan untuk memenuhi (sebagian) kebutuhan mereka. Dan sedikit demi sedikit hal itu akan menumbuhkan kemandiriannya.

3.    Melatih anak untuk disiplin
Ketika kita mengajari anak untuk menabung maka akan memberikan pelajaran bagi mereka untuk disiplin  untuk selalu menyisihkan uang guna ditabung.  Dengan menabung secara rutin, maka rasa disiplin akan terus terpaku di benak mereka.

4.    Membiasakan anak Belajar Mengatur Uang Sendiri
Jika sedari kecil anak diajak belajar untuk menabung maka hal itu akan membuatnya belajar mengatur uangnya sendiri, khususnya kapan atau berapa jumlah uang yang akan ditabung dan jumlah uang yang akan digunakan untuk mereka jajan. Hal ini sangat baik untuk perkembangan otak anak tersebut.

5.    Anak menjadi lebih peduli
Menabung bisa membuat anak lebih peduli terhadap kebutuhan-kebutuhan mereka, sehingga pada saat meminta sesuatu tidak akan dilakukan dengan seenaknya.

6.    Menjadi terbiasa berhemat uang
Kebiasaan menabung yang ditumbuhkan sejak kecil akan membuat anak kita selalu berfikir untuk membelanjakan uangnya. Jadi ketika dihadapkan pada situasi dimana teman-teman mereka mengeluarkan uangnya demi jajan, mereka akan bisa menimbang dengan sendiri apakah mereka ikut jajan atau uangya disimpan dulu untuk ditabung

7.    Anak bisa Belajar Membuat Perencanaan Keuangan
Setiap anak pasti memiliki banyak keinginan, seperti ingin membeli mainan kesukaannya. Bagi orang tua yang tercukupi bisa saja mereka membelikan mainan tersebut dengan mudah. Namun anak tersebut tidak akan mendapatkan nilai apapun selain mainan kesukaannya. Untuk itu, bagi orang tua lebih baik menyarankan anak untuk menabung untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Sehingga dengan proses menabung akan memberikan nilai baik bagi anak tersebut untuk melakukan perencanaan keuangan serta perjuangan jika ingin mendapatkan sesuatu.

8.    Anak bisa Belajar Menghargai Uang
Manfaat terakhir menabung untuk anak yakni mereka akan belajar lebih menghargai uang. Anak akan ikut merasakan bagaimana susah dan lamanya untuk mengumpulkan uang. Dengan rajin menabung anak akan merasakan bahwa setiap rupiah sangat berarti untuk menambah uang tabungannya. Sehingga dengan begitu, anak akan belajar untuk menghargai uang yang mereka dapatkan dari orang tua. Mereka akan belajar berpikir untuk menggunakan uang saku sebaik mungkin.

9.    Anak akan bisa lebih mengetahuyi Pentingnya Peran Serta Orang Tua

Selain kelima manfaat di atas pasti masih banyak manfaat lainnya yang akan diperoleh anak, khususnya dalam mengelola keuangan. Tidak terkecuali peran serta orang tua dalam memberikan nasihat pentingnya peran orang tua menabung serta dorongan agar anak-anak mau belajar menabung sejak kecil. Dengan keikutsertaan peran orang tua dalam hal tersebut, diharapkan anak-anak dapat menabung dan mendapatkan manfaat dari menabung.

 
mengajarkan anak menabung
 
Cara Mengajarkan Anak untuk Menabung
 
Untuk mengajarkan anak agar bisa menabung secara rutin gampang- gampang susah. Ada anak yang langsung bisa melakukan tapi ada juga yang memerlukan pengawasan khusus sehingga mereka bisa melakukannya dengan kesadaran sendiri. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengajarkan anak menabung, di antaranya:
1.      Mengenalkan konsep uang secara bertahap
Mengenalkan uang pada anak bisa dimulai ketika mereka belajar berhitung. Kita bisa memberitahukan fungsi uang terlebih dahulu dengan kalimat-kalimat yang sederhana. Selanjutnya kita bisa mengajarkan tentang bentuk-bentuk uang, nilai setiap uang dan juga warna-warna atau gambarnya.  Selanjutnya bisa kita ajarkan perhitungan secara sederhana dengan media uang tersebut.

2.    MemBerikan Pemahaman tentang Kebutuhan, Keinginan, dan Harapan

Ada baiknya sejak dini anak kita diberikan pemahaman tentang arti kebutuhan, keinginan dan harapan agar mereka bisa lebih bijak dan paham bagaimana dan untuk apa uang mereka seharusnya dipergunakan. Apabila mereka bisa paham dengan ketiga pengertian di atas, maka mereka akan bisa menentukan prioritas ketika mengeluarkan dan menggunakan uang.

3.  Mengenalkan Perbedaan antara Menabung dan Belanja

Kita perlu mengenalkan perbedaan antara menabung dan berbelanja pada anak agar mereka tahu konsekwensi dari keduanya. Apabila anak sudah mengetahui tentang keuntungan dan manfaat yang akan didapatkannya dengan menabung dan bagaimana uangnya akan segera habis setelah dibelanjakan semuanya harapannya akan membuat anak memiliki pertimbangan untuk menyimpan atau menabung seluruh uangnya sekaligus.

4.  Memberi pengertian tentang  Tujuan menabung
Agar anak bersemangat dan berdisiplin dalam menabung, maka anak harus diberi pemahaman bahwa menabung merupakan cara untuk dapat mencapai tujuan yaitu membeli suatu barang tertentu. Jika mereka menginginkan suatu barang, ajak ia hitung berapa lama kira-kira ia harus menabung uang agar bisa mendapatkan barang tersebut. Ajarkan padanya setiap memperoleh uang saku, sisihkan sebagian ke dalam celengan miliknya. Dengan begitu ia pasti semakin rajin menabung. Bila uang yang terkumpul sudah cukup, maka beritahukan pada si kecil bahwa Ia dapat menggunakan uang tersebut untuk membeli barang yang diidamkan. Dengan demikian, anak akan merasa bahwa menabung memang bermanfaat.

5.  menjanjikan Sesuatu dari hasil tabungan
Apabila anak belum bisa secara sukarela menyisihkan uangnya untuk menabung, maka kita bisa menjanjikan sesuatu dari hasil tabungannya nanti.  Kita juga bisa ajak mereka patungan agar mereka semangat untuk menabung, intinya kita harus memberi mereka iming-iming agar mereka juga antusias menabung," katanya.

6.   mengenalkan menabung dengan bermain

Dunia anak-anak adalah dunia bermain, sehingga salah satu cara mengenalkan uang pada anak adalah dengan bermain bersama, seperti bermain monopoli.
Selain menyenangkan, permainan ini juga dapat mengajarkan anak untuk berhemat dan belajar menentukan prioritas kepentingan mana yang harus didulukan dalam mengeluarkan uang.
Secara tak sadar, anak juga belajar untuk memahami tentang keuangan dan menabung meskipun dilakukan sambil bermain.

7.   Membelikan Celengan sesuai dengan karakter yang mereka sukai

Ketika anak kita masih kecil, ayah dan bunda dapat mulai mengajarkan anak untuk menabung dengan cara yang paling sederhana yaitu menggunakan celengan. Cara ini akan sangat mudah dipahami dan untuk dapat menarik minat mereka, maka belikan celengan berbentuk lucu, seperti bentuk binatang atau tokoh kartun favoritnya. Bila perlu, ajaklah anak untuk memilih bentuk celengan yang mereka inginkan. Pasti anak akan menjadi lebih rajin mengisi celengannya setiap hari. Janjikan juga kepadanya untuk membelikan celengan baru yang lebih bagus jika celengan yang dimilikinya sudah terisi penuh.  

8.  Mengajak anak untukMembuka Rekening  Sendiri di Bank

Ini bisa dilakukan apabila usia anak telah cukup. Atau setidaknya masuk sekolah. Ajak dan kenalkan anak pada tabungan sejak dini sehingga mereka memiliki minat untuk menabung dan membuka rekening sendiri di sana. Jika memungkinkan, kenalkan juga pada anak berbagai produk perbankan lainnya agar mereka lebih paham dan kenal berbagai fasilitas perbankan.

9. Memberikan Anak Jatah Uang Bulanan
Membiasakan anak dalam mengatur dan menyimpan uang sendiri adalah cara yang tepat untuk mengajarkan anak mandiri untuk urusan keuangan sejak dini. Hal ini bisa juga dilakukan dengan memberi anak jatah uang bulanan. Dengan jumlah uang yang cukup, anak akan belajar untuk mengatur dan menggunakannya dengan sebaik mungkin. Berikan juga penghargaan jika ternyata anak dapat menyisihkan uang bulanannya untuk ditabung.

10. Mengajak anak untuk menyisihkan Uang Jajan
Salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk mengajak anak agar rajin menabung yaitu dengan menyisihkan sebagian uang jajan yang kita berikan kepadanya. Kegiatan iti bisa kita lakukan tetapi dengan sepengetahuan anak kita agar mereka ia mengerti dan menerima pengurangan uang jajan tersebut. Hasil dari kegiatan ini bisa kita gunakan untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan, misalnya peralatan sekolah, peralatan olah raga, dan lain sebagainya. Hal itu akan memberikan pengetahuan pada mereka bahwa dengan menabung, bisa digunakan untuk membeli barang-barang yang mereka butuhkan..

11. Mengajarkan pada anak Kebiasaan Mencatat dalam Keuangan

Sangat penting untuk mengajarkan anak bagaimana cara mengelola keuangan dengan rapi dan teratur. Salah satunya dengan membuat catatan rutin mengenai uang yang keluar dan yang masuk. Ajarkan anak untuk biasa melakukan ini dengan disiplin sehingga mereka tahu ke mana saja dan untuk apa saja uang dibelanjakan. Cara ini bisa membuat anak berhati-hati dalam mengeluarkan uang mereka sehingga mereka bisa berhemat dan menabung

12.  Mengajarkan Berinfak/ Beramal
Selagi mengenalkan uang dan mengajari menabung Anda juga bisa menyelipkan pelajaran mengenai beramal. Kita harus bisa mengajarkan anak untuk membantu orang lain/ beramal salah satunya dengan rutin menyisihkan uang dari tabungan untuk membantu sesama, seperti membantu panti asuhan ataupun, orang yang membutuhkan di sekitar kita.
 
13.  Memberi contoh yang baik
Salah satu hal yang tidak boleh ditinggalkan saat mengajarkan anak untuk menabung adalah memberi contoh pada mereka. Alangkah sia-sianya pembelajaran kitta untuk mengajak anak menabung tapi kita sendiri malah jarang menabung dan banyak mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak diperlukan. Alangkah baiknya kita juga ikut menabung bersama dengan mereka sehingga mereka merasa diberi teladan yang baik oleh kita.


20:42 | 0 comments

Cara Memilih Mainan yang Tepat Untuk Anak-Anak

Written By Blogger on Tuesday, 18 July 2017 | 23:15

Cara Memilih Mainan yang Tepat Untuk Anak-Anak


Cara Memilih Mainan yang Tepat Untuk Anak-Anak

Bagi seorang anak, bermain merupakan hak yang harus diberikan kepadanya sebagai bentuk kegiatan mereka sehari-hari. Banyak manfaat yang bisa mereka dapatkan ketika mereka bisa bermain sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka. Dan tiap anak, tiap umur memiliki pilihan sendiri dalam menentukan permainan mereka.
Sebagai orang tua kta dituntuk untuk memberikan kesempatan kepada mereka untuk bermain, menyediakan alat-alat yang mereka butuhkan dan yang tidak boleh kita tinggalkan adalah pendampingan. Yah kita memang harus mendampingi anak-anak kita saat mereka bermain untuk memberikan penjelasan tentang aktivitas-aktivitas yang mereka lakukan.

Untuk memberikan mainan kepada Si Kecil, tidak bisa sembarangan karena dengan pemilihan jenis mainan yang tepat  bisa memberikan stimulus untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan mereka.  Berdasarkan hasil penelitian  yang dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB)   ditemukan bahwa lebih dari 90 persen ibu masih jarang memberikan anaknya mainan yang memberikan rangsangan tumbuh kembang. Kesadaran ibu untuk memberikan stimulus berupa alat permainan masih sangat kurang, padahal stimulus tersebut sangat penting untuk merangsang perkembangan anak, terutama perkembangan otak dan motorik.

Untuk memilih mainan yang tepat buat anak, kita harus bisa memahami  tahapan-tahhapan perkembangan berdasarkan usianya. Sebagai salah acuan, kita bisa melihat   tahap-tahap  berpikir pada anak sebagai berikut:

Usia 0-2 tahun

Merupakan tahap sensori motor, yang terdiri dari sejumlah tahap berikut:
  1. Umur 1-4 bulan. Tahap Primary Circular Reaction. Bayi akan melakukan aksi dan reaksi yang melibatkan tubuhnya sendiri. Pada usia ini, orangtua sebenarnya tak perlu membeli mainan bayi yang mahal. Cukup dengan melakukan baby gym, yaitu menggerak-gerakkan kaki dan tangan bayi, yang berguna untuk merangsang motoriknya.
  2. Usia 4-8 bulan. Secondary Circular Reaction. Pada usia ini, bayi biasanya melakukan aksi untuk mendapat respons dari orang atau objek, sehingga bayi cenderung akan mengulangi aksi yang sama. Lakukan permainan yang akan merangsang kecerdasan audio visual. Misalnya, dengan menirukan suara bayi, bermain 'cilukba' yang bervariasi, mengajak bayi bubbling (menyebutkan kata yang sama, seperti 'mamama' 'bababa'), dan lainnya.
  3. Umur 8-12 bulan. Coordination of Secondary Schemes. Aksi bayi terhadap objek semakin bertujuan. Bayi juga mulai mampu melakukan antisipasi. Ajaklah bayi bermain dengan benda yang sederhana, seperti bola-bola warna warni.
  4. Usia 12-18 bulan. Tertiary Circular Reaction. Bayi akan mulai memvariasikan aksinya. Ajak bayi bermain yang beragam, misal menyusun balok, bermain di pasir atau di air. Ini bisa merangsang indera peraba anak.
  5. Umur 18-24 bulan. Mental Combinations. Bayi sudah mampu menguasai bahasa dan konsep object permanence.

Usia 3-5 tahun

Ini merupakan tahap preoperational. Pada usia ini kemampuan motorik dan bahasa anak berkembang pesat. Kemampuan kognitif berupa fungsi-fungsi simbolis, berkembang melalui 3 cara:
  • Meniru kembali, lewat bermain imitatif seperti main masak-masakan, dokter-dokteran dan lainnya.
  • Bermain simbolis, yaitu dengan memahami identitas dan fungsi benda.
  • Berbahasa
Pada tahap usia ini, anak sudah siap untuk masuk sekolah. Perbanyak mainan dengan bentuk geometris, seperti bola, lingkaran, persegiempat dan segitiga. Bentuk-bentuk geometris adalah dasar anak untuk bisa menulis huruf. Ajarkan juga anak makan, mandi dan pakai baju sendiri. Untuk mengajarkan kemandirian tersebut juga bisa dengan bermain, tentunya dengan mainan yang sederhana Misalnya dengan menggunakan boneka yang mengenakan baju berkancing, mintalah anak membuka dan memakai kancing baju boneka, memandikannya dan lain-lain

Yang juga perlu diperhatikan saat memilih mainan untuk anak kita yaitu:
1.    Memilih mainan anak berdasarkan usia. Salah satu caranya yaitu dengan melhat label yang tertera pada setiap mainan anak-anak yang hendak kita beli
2.    Bagi anak berusia 0-2 tahun, jangan memberikan mainan dengan ukuran yang kecil untuk menghindari mainan termakan oleh mereka
3.    Memilih mainan yang aman dengan menghindari mainan yang ukurannya besar, keras, atau bertepi tajam
4.    Sebisa mungkin memberikan mainan yang dapat dibersihkan/ dicuci untuk menjaga kebersihannya
5.    Jangan memberikan mainan yang memiliki tali panjang untuk menghindari jeratan dan lilitan khususnya pada bayi.
6.    Hindari mainan yang bisa menembak secara otomatis sehingga berpotensi melukai mata

Semoga cara di atas bisa menjadi panduan bagi kita semua dalam memberikan alat-alat permainan terbaik buat anak kita demi menunjang kecerdasan pikiran, emosi, spiiritual dan sosial mereka.
(Detikhealth)
23:15 | 0 comments

Facebook