Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Cube Test

Ekspresi Wajah yang Disukai oleh Bayi

Written By GOJEK #GolekRejeki on Monday, 3 December 2018 | 22:22

Ekspresi Wajah yang Disukai oleh Bayi


ekspresi bayi
Salah satu daya tarik yang dimiliki oleh anak kecil khususnya bayi adalah senyumannya.  Tidak bisa dipungkiri, hampir semua orang pasti senang apabila melihat bayi yang sedang tersenyum. Berbagai hal dilakukan agar bisa melihat mereka bisa tersenyum. Dan tahukah anda jika ternyata bayi cenderung lebih menyukai wajah-wajah yang menarik. Wajah seperti apa yang disukai bayi?

Alan Slater dan rekannya dari University of Exeter menunjukkan bahwa bayi akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat wajah yang menarik, sehingga bisa membuatnya tersenyum atau bahkan tertawa. Selain wajah, bayi juga memiliki ketertarikan terhadap benda-benda tertentu seperti gambar dengan warna kontras tinggi, benda-benda melengkung dan bentuk fisiologis yang salah satunya berasal dari mimik wajah seseorang. Bayi yang tersenyum atau tertawa memiliki peran penting dalam hal perkembangan emosional dan sosialnya. Selain itu senyum dan tawa merupakan cara seorang bayi memiliki hubungan yang positif dengan orang-orang serta memiliki perasaan bahagia dan puas.

Seperti dikutip dari eHow, Selasa (2/11/2010) ada beberapa ekspresi wajah yang disukai bayi sehingga bisa membuatnya tersenyum atau tertawa, yaitu:

1. Bayi menyukai wajah yang tersenyum
Bayi merupakan salah seorang peniru yang baik, oleh karena itu jika ingin melihat mereka tersenyum kita harus melakukan hal itu terlebih dahulu. Jika ingin bermain dengan bayi jangan lupa untuk selalu tersenyum sambil melembutkan pandangan mata dan juga wajah rileks.

2. Bayi menyukai wajah yang alami dan tidak dibuat-buat.
Jangan dikira wajah polos seorang bayi menjadikan mereka gampang untuk ditipu. Ternyata bayi memiliki sensitifitas yang cukup tinggi terhadap sikap orang dewasa yang berada di dekatnya. Jika seseorang memberikan senyuman setengah hati maka bayi akan terlihat menjauh atau hanya memberikan tatapan kosong saja.

3. Bayi menyukai sedikit kejutan seperti acungan jempol atau memberikan kedipan.
Jika bertemu bayi cobalah melihat langsung ke matanya, merilekskan alis, menarik napas panjang dan tersenyum sambil memberikan sedikit kejutan seperti kedipan mata atau acungan jempol. Sebaiknya tidak perlu malu-malu jika bertemu bayi.

4. Menunjukkan beberapa gaya wajah menggoda.
Beberapa bayi menyukai wajah yang menggodanya, seperti permainan mengintip, memanggilnya dengan suara lembut atau wajah tersenyum sambil mengangkat alis.

5. Tunjukkan ekspresi wajah-wajah lucu.
Umumnya bayi menyukai wajah yang ekspresif seperti menggerakkan hidung dan telinga secara bersamaan, ekspresi wajah yang pura-pura kaget atau bermain-main dengan menggunakan wajah lucu.

Jika ingin bermain-main atau membuat bayi tersenyum dan tertawa, janganlah menunjukkan wajah seram atau menakutkan dihadapannya karena akan membuatnya takut, menangis atau tidak mau lagi bermain dengan kita
(detikhealth)

22:22 | 0 comments

Membuat Anak yang Sehat dan Bugar melalui Prinsip 5S

Written By GOJEK #GolekRejeki on Wednesday, 17 October 2018 | 23:37

Membuat Anak yang Sehat dan Bugar 
melalui Prinsip 5S


 Anak yang sehat dan bugar pasti menjadi dambaan semua orang tua. Anak yang sehat dan bugar akan membuat pertumbuhannya berlangsung dengan maksimal dan juga berpengaruh terhadap perkembangan mental dan spiritualnya. Salah satu cara yang bisa kita lakukan sebagai orang tua agar anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan bugar yaitu dengan prinsip 5S.  Adapun prinsip 5S sebagaimana diterangkan oleh Dr dr Samuel Oetoro,MS, SpGK adalah sebagai berikut:

1.    Makan Sehat

Makan makanan yang sehat  menjadi prinsip yang pertama dalam menciptakan anak yang sehat dan bugar. Makanan yang sehat ternyata bisa di dapat dengan menerapkan prinsip 4J yaitu Jumlah, Jadwal, Jenis, dan Jurus Masak.
Jumlah makanan yang diasup harus seimbang dengan makanan yang dibakar menjadi energi. Artinya, anak harus berolahraga, karena jika tidak seimbang akan kegemukan.
Jadwal makan minimal tiga kali sehari, pada anak diselingi 2 kali snack time dengan snack yang sehat misalnya olahan buah.
Jenis makanan, harus  lengkap, di mana ada karbohidrat dan pilih yang tinggi serat, perbanyak konsumsi buah dan sayur, serta asup sumber protein.
Untuk jurus masak, baiknya hindari cara menggoreng dan mulai ganti mengolah makanan dengan cara dibakar, direbus, atau dikukus

2.    Berpikir Sehat

berpikir sehat  bisa lakukan dengan   tidak terlalu menuntut anak sehingga anak merasa bahagia. Jangan sampai anak-anak menjadi stres karena kita memberikan tuntutan dan target yang banyak bagi mereka, meskipun menurut kita sesuai dengan kemampuannya.

3.    Istirahat Sehat

Masa anak-anak merupakan masa peralihan dan pertumbuhan yang menuntut mereka untuk banyak diberikan istirahat.  Berikanlah  Istirahat sehat, untuk anak minimal tidur 8-10 jam sehari karena anak masih butuh growth hormone

4.    Aktivitas Sehat

Aktvitas sehat bisa dilakukan oleh orang tua untuk memberikan contoh kepada anak-anaknya.  Salah satu cara yang paling mudah yaitu dengan menemani anak untuk olahraga sekaligus ikut berolahraga bersama mereka. Dan ingat jika anak lebih senang melakukan olahraga yang bermain seperti bersepeda, main bola, atau badminton.

5.    Lingkungan Sehat
Lingkungan sehat  bisa diciptakan dengan menjaga kebersihan lingkungan baik itu dari sampah yang berceceran juga dari asap rokok yang berbahaya khususnya bagi anak-anak.  Di beberapa komunitas masyarakat sudah mulai menerapkan lingkungan sehat di lingkungan rumah maupun lingkungan tetangga dengan membuat tempat khusus merokok di rumah atau di pos kamling. 

Sumber: www. health.detik.com
23:37 | 0 comments

Imunisasi Wajib dan Imunisasi Tambahan untuk Bayi

Written By GOJEK #GolekRejeki on Tuesday, 24 July 2018 | 08:53

Imunisasi Wajib dan 
Imunisasi Tambahan untuk Bayi




Imunisasi Wajib
Imunisasi merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh tenaga medis untuk mencegah anak kita terserang penyakit infeksi menular. Selain itu, adat tiga alasan penting mengapa imunisasi wajib untuk semua bayi, yaitu
  • Imunisasi diberikan agar bayi siap dengan lingkungan baru (luar kandungan) karena tidak ada lagi kekebalan tubuh alami yang di dapatkan dari ibu seperti saat masih dalam kandungan
  • Imunisasi cepat, aman, dan sangat efektif.
  • Sekali anak Anda diimunisasi, tubuh anak dapat melawan penyakit lebih baik.
  • jika anak tidak diimunisasi, anak akan mempunyai risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan, bahkan kematian.
Imunisasi dilakukan dengan cara menyuntikkan bentuk lemah dari virus atau bakteri penyakit, sehingga memicu respon kekebalan tubuh anak, menyebabkan tubuh memproduksi antibodi untuk melawan penyakit tersebut. Suatu saat, jika anak terserang penyakit tersebut, maka anak sudah mempunyai pasukan antibodi yang mampu melawan penyakit tersebut.  Inilah bagaimana imunisasi dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak
Ada lima jenis imunisasi yang diberikan secara gratis di posyandu, yaitu imunisasi Hepatitis B, BCG, Polio, DPT-HB, serta campak. Semua jenis vaksin itu harus diberikan secara lengkap sebelum anak berusia satu tahun, diikuti dengan imunisasi lanjutan pada batita.  Pada 2013 pemerintah telah menambahkan vaksin Hib (Haemophilus influenza tipe b), yang digabungkan dengan vaksin DPT-HB menjadi DPT-HB-Hib. 
Di bawah ini adalah panduan umur pemberian lima imunisasi tersebut bagi buah hati Anda, yang disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia atau World Immmunization Week pada 23-30 April 2014 lalu:

1. Imunisasi Hepatitis B
Virus hepatitis B adalah virus yang menyebabkan penyakit hepatitis B atau lebih dikenal dengan nama penyakit kuning. Penyakit ini sangatlah berbahaya karena bisa menyebabkan kerusakan pada hati. Vaksin ini diberikan kepada bayi baru lahir untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke anak pada proses kelahiran, karena tidak semua ibu tahu apakah dirinya terinfeksi hepatitis B atau tidak. Hepatitis B dapat menyebabkan pengerasan hati yang berujung kepada kegagalan fungsi hati dan kanker hati. Vaksin HB pertama (monovalen) paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian suntikan vitamin K1  minimal 30 menit sebelumnya. Jadwal pemberian vaksin HB monovalen adalah usia 0,1, dan 6 bulan. Bayi lahir dari ibu HBsAg positif, diberikan vaksin HB dan imunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstremitas yang berbeda. Apabila diberikan HB kombinasi dengan DTPw, maka jadwal pemberian pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Apabila vaksin HB kombinasi dengan DTPa, maka jadwal pemberian pada usia 2, 4, dan 6 bulan

2. Imunisasi BCG 
Imunisasi ini diberikan satu kali pada usia satu bulan guna mencegah kuman tuberkulosis menyerang paru, kelenjar, tulang dan radang otak yang bisa menimbulkan kematian atau kecacatan. Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum usia 3 bulan, optimal usia 2 bulan. Apabila diberikan pada usia 3 bulan atau lebih, perlu dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu

3. Imunisasi Polio 
Vaksin Polio diberikan empat kali pada usia satu bulan, dua bulan, tiga bulan dan empat bulan.  Apabila anak lahir di rumah, maka harus segera diberikan OPV-0. Apabila lahir di sarana kesehatan, OPV-0 diberikan saat bayi dipulangkan. Selanjutnya, untuk polio-1, polio-2, polio-3, dan polio booster  diberikan OPV atau IPV. Paling sedikit harus mendapat satu dosis vaksin IPV bersamaan dengan pemberian OPV-3 guna mencegah lumpuh layu. Sekali anak terkena lumpuh layu pada kaki dan/atau tangan, maka tidak ada obat yang dapat menyembuhkan. Bahkan kadang dapat menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan yang menyebabkan kematian.

4. Imunisasi Campak
Imunisasi Campak diberikan dua kali pada usia sembilan bulan dan 24 bulan  untuk mencegah penyakit campak berat yang dapat mengakibatkan radang   paru berat (pneumonia), diare atau menyerang otak.


5. Imunisasi  Pentavalen (DPT-HB-Hib) 
Imunisasi   DPT-HB-Hib  diberikan empat kali, pada usia dua, tiga, empat dan 18 bulan guna mencegah enam penyakit, yaitu difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia (radang paru) dan meningitis (radang otak). Penyakit difteri dapat menyebabkan pembengkakan dan sumbatan jalan napas, serta mengeluarkan racun yang dapat melumpuhkan otot jantung. Penyakit pertusis berat dapat menyebabkan infeksi saluran napas berat (pneumonia). Kuman tetanus mengeluarkan racun yang menyerang saraf otot tubuh, sehingga otot menjadi kaku, sulit bergerak dan sulit bernapas.  Kuman Haemophilus influenza tipe b dapat menyebabkan pneumonia  dan meningitis.


Imunisasi tambahanSelain 5 jenis imunisasi tersebut di atas, disarankan juga untuk melakukan imunisasi tambahan pada bayi berupa: 

6. Imunisasi pneumokokus (PCV)

Vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari bakteri pneumokokus yang dapat menyebabkan pneumonia, meningitis, dan infeksi telinga. Apabila vaksin ini diberikan pada anak ketika berusia 7-12  bulan,  PCV diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan; dan pada usia lebih dari 1 tahun diberikan 1 kali. Keduanya perlu booster  pada usia lebih dari 12 bulan atau minimal  2 bulan setelah dosis terakhir. Pada anak usia di atas 2 tahun PCV diberikan cukup satu kali

7. Imunisasi  Rotavirus

Berdasarkan penelitian, 80 % diare pada anak disebabkan oleh virus Rotavirus yang menyebabkan gangguan pada sistem sistem pencernaan. Vaksin  rotavirus monovalen diberikan 2 kali, dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu (dosis pertama tidak diberikan pada usia >  15 minggu), dosis ke-2 diberikan dengan interval minimal 4 minggu. Batas akhir  pemberian pada usia 24 minggu. Vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali, dosis pertama diberikan usia 6-14  minggu (dosis pertama tidak diberikan pada usia >  15 minggu), dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10  minggu. Batas akhir pemberian pada usia 32 minggu

8. Imunisasi  Influenza

Vaksin influenza diberikan pada usia lebih dari 6 bulan, diulang setiap tahun. Untuk imunisasi pertama kali (primary immunization) pada anak usia kurang dari 9 tahun diberi dua kali dengan interval minimal 4 minggu. Untuk anak 6-36 bulan, dosis 0,25 mL. Untuk anak usia 36 bulan atau lebih, dosis 0,5 mL

9. Imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella)
Vaksin ini berguna untuk melindungi anak dari virus campak, gondongan dan rubella (campak Jerman). Apabila anak sudah mendapatkan vaksin campak pada usia 9 bulan, maka vaksin MMR/MR diberikan  pada usia 15 bulan (minimal interval 6 bulan). Apabila pada usia 12 bulan belum mendapatkan aksin campak, maka  dapat diberikan vaksin MMR/MR.

10. Imunisasi Tifoid

Vaksin ini berfungsi untuk melindungi dari bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan demam tifoid (tifus). Diberikan pada usia di atas 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun. Terdapat dua jenis vaksin, yaitu oral dan suntik. Tifoid oral diberikan kepada anak di atas 6 tahun. Harga vaksin sekitar Rp 200.000.

11. Imunisasi Hepatitis A
Untuk melindungi anakdari virus Hepatitis A, yang menyebabkan penyakit hati, maka alangkah baiknya bila anak kita diberikan imunisasi Hepatitis A.  Vaksin ini diberikan di atas usia 2 tahun, dua kali dengan interval 6 - 12 bulan

12. Imunisasi Varisela

Vaksin varisela diberikan setelah usia 12 bulan, terbaik pada usia sebelum masuk sekolah dasar. Apabila diberikan pada usia  lebih dari 13 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah anak dari penyakit cacar air.

13. Imunisasi human papiloma virus (HPV)

Vaksin ini melindungi tubuh dari human papiloma virus yang dapat menyebabkan kanker mulut rahim. Vaksin HPV diberikan mulai usia 10 tahun. Vaksin HPV bivalen diberikan tiga kali dengan jadwal 0, 1, 6 bulan; vaksin HPV tetravalen dengan jadwal 0,2,6 bulan. Apabila diberikan pada remaja  usia 10-13 tahun, pemberian cukup 2 dosis dengan interval 6-12 bulan; respons antibodi setara dengan 3 dosis

14. Imunisasi Japanese encephalitis

Vaksin JE diberikan mulai usia 12 bulan pada daerah endemis atau turis yang akan bepergian ke daerah endemis tersebut. Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun berikutnya



08:53 | 0 comments

Ini dia Olahraganya para WAG Pemain Piala Dunia 2018

Written By GOJEK #GolekRejeki on Monday, 18 June 2018 | 18:27

Ini dia Olahraganya para WAG Pemain Piala Dunia 2018



Olahraganya para WAG Pemain Piala Dunia 2018
Georgina Rodriguez, pacar pemain sepakbola top Real Madrid Cristiano Ronaldo, dikenal punya tubuh seksi dan berisi. Bisa jadi, tubuh seksi dan berisi Georgina dikarenakan hobinya yang senang berolahraga. Wanita yang telah melahirkan satu anak ini ternyata memiliki hoby nge-gym sejak dahulu disamping olahh raga lain yaitu renang, lompat tali (skipping), yoga, aerobik hingga melakukan gerakan balet.

Andrea Duro, aktris cantik berkebangsaan Spanyol yang merupakan kekasih pemain Meksiko bernomor punggung 14 Javier Hernandez atau sering disebut Chicarito ini juga kerap berolagraga untuk menjaga kebugaran serta bentuk tubuhnya. 

WAGs lain  yang punya tubuh indah karena berolahraga adalah Edurne kekasih dari kiper Spanyol David De Gea. Ia kerap tertangkap kamera sedang melakukan olahraga, yang paling sering adalah olahraga renang.

Tubuh yang tak kalah indah dan seksi dari kekasih kapten Brasil Neymar, Bruna Marquezine sering hadir di layar laptop kita. Dan siapa tahu, ternyata dia juga kerap berenang untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Tak tanggung-tanggung, gadis yang memiliki tubuh cukup seksi ini kerap menampilkan posenya ketika berenang di berbagai lautan.

Istri dari pesepak bola timnas Spanyol Gerard Pique, yaitu Shakira salah satu wanita cantik dan seksi yang gemar berolahraga. Beberapa olahraga dilakoninya untuk menjaga kebugaran tubuh seperti gym dan renang.

Masih kekasih dari pemain Spanyol lagi, yaitu kekasih Sergio Ramos, Pilar Rubio. Wanita yang banyak diperbincangkan media Spanyol tersebut juga memiliki tubuh langsing berkat olahraga terutama gym. "Bangun pagi pada hari minggu untuk latihan!" tulisnya  pada keterangan foto instagram yang ia unggah beberapa waktu yang lalu.

Ini dia Amine Gulse, gadis cantik yang menawan hati Mesut Ozil. Wanita yang merupakan Miss Turki di tahun 2014 ini sering jadi pujaan karena wajahnya yang cantik, kemampuan akting yang luar biasa, dan pastinya tubuh yang bugar. Amine Gulse, aktris keturunan Turki-Swedia ini gemar berolahraga, tak tanggung-tanggung olahraganya adalah kick boxing, panjat dinding serta diving.

Gimana mama-mama sekalian, masih ingin punya bentuk tubuh yang ideal seperti mereka? Jangan lupa berolahraga secara rutin ya
18:27 | 0 comments

Jika Anak terserang alergi

Written By GOJEK #GolekRejeki on Tuesday, 24 April 2018 | 20:51

Jika Anak terserang alergi
 

 
alergi pada anak
Salah satu penyakit yang kadang dianggap “sepele tapi dadi gawe” adalah alergi, terutama alergi yang terjadi pada anak-anak. Berbagai macam reaksi mereka lakukan ketika terserang alergi, dari yang suka garuk-garuk badan, bersin-bersin, sesak nafas, diare dan lain sebagainya. Untuk lebih jelas mengenai alergi pada anak ini, silahkan cek di Alergi pada Anak, penyebab dan gejalanya.

Bagi bunda dan ayah yang mendapati ciri-ciri alergi sebagaimana disebutkan artikel  di atas, jangan panik ya. Apabila anak kita diduga mengalami alergi, khususnya dengan gejala ringan bisa ditangani sendiri kok. Yang penting hindarkan si kecil dari allergen, kemudian tinggal diobati sesuai dengan gejala-gejala yang terjadi.

Apabila gejala alergi menunjukkan tingkat yang berat, biasa disebut dengan istilah anafilaksi seperti:
  • Muncul rasa gatal yang berat atau munculnya bercak-bercak merah di seluruh tubuh si Kecil
  • Si kecil kesulitan bernafas yang diindikasikan dengan sesak nafas yang disertai napas berbunyi
  • Adanya pembengkakan di bibir hingga wajah
  • Bibir berwarna kebiruan dengan napas memburu
  • Tiba-tiba suara menjadi serak atau bahkan hilang
  • Kesulitan untuk menelan makanan yang disebabkan karena adanya pembengkakan di saluran tenggorokan
  • Perut terasa sakit, melilit, mual, hingga muntah-muntah
  • Kaki dan tangan dingin hingga penurunan kesadaran.
  • Penurunan tekanan darah dengan mendadak bahkan sampai pingsan

Apabila terjadi gejala tersebut di atas, segera bawa si kecil ke dokter atau rumah sakit terdekat agar segera mendapat penanganan dengan segera.  Sesuai rekomendasi American College of Allergy, Asthma, and Immunology, saat terjadi reaksi anafilaksi, anak harus segera dibawa ke unit gawat darurat. 

 Dan pada saat gejala-gejala itu terjadi, maka yang harus kita lakukan antara lain:
  1. Apabila anak yang diduga mengalami anafilaksi tersebut mengalami kesulitan untuk bernafas (sesak nafas), carilah posisi yang tepat untuk mengurangi sesak nafas tersebut
  2. Awasi jalan nafas untuk menjaga agar si kecil jangan sampai tersedak.
  3. Rabalah nadi atau ujung jari kaki dan tangan si Kecil, apakah terasa dingin? Bila ya, hangatkan segera dengan menutupi dengan selimut atau kantung air hangat
  4. Tetap didampingi secara ketat sampai mendapatkan penanganan dari paramedis

20:51 | 0 comments

Ciri-Ciri Dehidrasi pada Bayi

Written By GOJEK #GolekRejeki on Tuesday, 9 January 2018 | 21:48

 Ciri-Ciri Dehidrasi pada Bayi 


Bayi dehidrasi
Tahukah Bunda, jika si kecil ternyata rawan mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) ?. Yang perlu kita ketahui bahwa dehidrasi pada manusia akan bisa berakibat fatal apabila tidak segera ditangani, apalagi jika terjadi pada Si Kecil yang masih bayi.

Saya yakin bahwa sebagian besar Bunda kurang peka dengan masalah dehidrasi karena menganggap bayi tidak mungkin terkena dehidrasi. Pikiran ini muncul karena bayi yang selalu diberi minum susu yang teratur. Tapi menurut penelitian yang dilakukan oleh St John's Medical College di Bangalore, India, dan diterbitkan dalam India Journal of Pediatrics, pemberian ASI eksklusif sekalipun dapat menyebabkan dehidrasi pada bayi.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tanda-tanda dehidrasi pada bayi. Dilansir dari Livestrong, Selasa (19/10/2010), berikut beberapa gejala bila bayi mengalami dehidrasi:

1. Haus berlebihan
Ini agak jelas, tetapi jika bayi kurang cairan dia secara alami akan merasakan dorongan untuk minum lebih banyak. Bayi mungkin menangis sampai diberikan botol dan kemudian terus mengisap sampai semua air, susu atau jus habis. Ini adalah tanda dehidrasi ringan dan sedang.

2. Terlihat lesu dan tidak sehat
Bayi yang tampak lesu mungkin menderita dehidrasi serius serta harus diberikan cairan dan dibawa ke dokter segera. Kelesuan pada bayi meliputi kurangnya energi, keinginan untuk berbaring sepanjang hari dan kurangnya memperlihatkan emosi.

3. Hilangnya elastisitas kulit
Dehidrasi pada bayi bisa menyebabkan hilangnya elastisitas kulit. Jika Anda mencoba dengan lembut mencubit kulit anak Anda dan tidak cepat kembali ke posisi normal, ini bisa menjadi tanda dehidrasi. Hal ini terjadi karena tidak cukup air mencapai kulit.

4. Mulut kering dan lengket
Bayi yang tidak terhidrat dengan benar sering menunjukkan gejala mulut kering. Hal ini dapat disertai dengan air liur putih atau busa di sudut mulut bayi.

5. Popok kering
Popok bayi kering selama lebih dari beberapa jam dan tentu tidak boleh kering selama lebih dari 5 atau 6 jam. Hal ini dapat terjadi bila bayi dehidrasi karena tubuhnya menggunakan sedikit cairan yang diminum dan juga hanya mengeluarkan sedikit cairan. Sembelit adalah gejala serupa, walaupun ini mungkin hasil dari hal-hal lain seperti nafsu makan yang buruk atau sistem pencernaan lambat.
(detikhealth)
21:48 | 0 comments

Hubungan antara Kesepian dan Kesehatan

Written By GOJEK #GolekRejeki on Sunday, 5 November 2017 | 20:47

Hubungan antara Kesepian dan Kesehatan


Kesepian merupakan suatu perasaan yang dirasakan oleh seseorang karena tidak ada/ kurangnya interaksi dengan orang lain. Biasanya kesepian dialami oleh orang yang hidup sendiri atau menyendiri karena satu dan lain hal. Sebagai seorang wanita yang memiliki bakat terpendam untuk selalu berinteraksi dengan orang lain, kesepian menjadi salah satu momok bagi kita. Dan tahukah bunda, kalau teryata perasaan kesepian sangat mempengaruhi kesehatan seseorang? 

Berdasarkan penelitian para ahli yang dilansir dari Cheat Sheet, kesepian akan memberikan dampak yang cukup siginfikan terhadap kesehatan, antara lain:  

1.    Kesepian berpotensi melemahkan kekebalan tubuh

Kesepian yang disebabkan oleh minimnya interaksi antar manusia ternyata memiliki korelasi positif denngan berkurangnya sistem kekebalan tubuh. Menurut penelitian yang dipublikasikan di Psychological Science, jika kita mengalami kesepian yang berujung pada stres, maka tubuh kita akan menghasilkan sejenis protein yang mampu menimbulkan peradangan sebagai respon dari perasaan kita. Dalam jangka waktu yang cukup lama, dengan adanya peradangan tersebut maka kekebalan yang dimiliki oleh tubuh kita akan mengalami penurunan sehingga leboh rawan terpapar penyakit.

2.    Kesepian bisa menimbulkan penyakit jantung
Perasaan sepi yang berpengaruh terhadap kenyamanan seseorang ternyata berkolerasi dengan kinerja jantung.  Perasaan esepian yang berujung pada stres ternyata bisa menimbulkan perangsangan saraf simpatis sehingga irama detak jantung menjadi tidak teratur yang berujung pada gangguan pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner). Selain itu kesepian juga bisa meningkatkan tekanan darah karena beban pikiran yang lebih besar daripada orang kebanyakan. 

3.    Kesepian bisa meningkatkan resiko demensia

Demensia merupakan suatu gejala yang disebabkan oleh penyakit atau kelainan pada otak yang ditandai dengan terganggunya mental seseorang sehingga menyebabkan gangguan berpikir, hilang ingatan dan perubahan sifat dan perilaku seseorang. Jika tidak ditangani, gejala demensia akan menjadi semakin buruk dan mengganggu kegiatan keseharian seseorang. Dan ternyata berdasarkan suatu penelitian yang dilakukan di Chicago Rush University Medical Center diketahui bahwa responden yang mengalamii kesepian memiliki potensi untuk menderita penyakit demensia dua kali lebih besar daripada responden yang memiliki kehidupan normal.  

4.    Kesepian bisa berpengaruh terhadap obesitas
Kesepian yang melanda seseorang biasanya akan membuatnya merasa malas untuk melakukan sesuatu khususnya kegiatan fisik. Dengan keterbatasan kegiatan fisik yang mereka lalukan, obesitas akan lebih mudah menghampirinya. Jadi bagi bunda dan mama yang sedang melakukan diet atau melawan obesitas, jangan sampai kesepian ya Bun n Mam ?

5.    Kesepian menjadi salah satu penyebab terbesar depresi
Kesepian dan depresi merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan, karena kebanyakan kesepian akan berujung pada depresi. Hal ini sebenarnya tidak hanya terjado pada orang dewasa saja, tapi juga terjadi pada anak-anak dan remaja yang sangat memerlukan interaksi dengan orang lain ketika mereka mulai dan sedang berkembang. 

So, bagai mana Bun dan Mam ? sudah paham kan arti penting interaksi dengan orang lain di sekitar kita ? So jangan lupa untuk selalu berhubungan dengan orang lain agar hidup kita selalu bahagia
20:47 | 1 comments

Facebook