Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Cube Test

Imunisasi Wajib dan Imunisasi Tambahan untuk Bayi

Written By GOJEK #GolekRejeki on Tuesday, 24 July 2018 | 08:53

Imunisasi Wajib dan 
Imunisasi Tambahan untuk Bayi




Imunisasi Wajib
Imunisasi merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh tenaga medis untuk mencegah anak kita terserang penyakit infeksi menular. Selain itu, adat tiga alasan penting mengapa imunisasi wajib untuk semua bayi, yaitu
  • Imunisasi diberikan agar bayi siap dengan lingkungan baru (luar kandungan) karena tidak ada lagi kekebalan tubuh alami yang di dapatkan dari ibu seperti saat masih dalam kandungan
  • Imunisasi cepat, aman, dan sangat efektif.
  • Sekali anak Anda diimunisasi, tubuh anak dapat melawan penyakit lebih baik.
  • jika anak tidak diimunisasi, anak akan mempunyai risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan, bahkan kematian.
Imunisasi dilakukan dengan cara menyuntikkan bentuk lemah dari virus atau bakteri penyakit, sehingga memicu respon kekebalan tubuh anak, menyebabkan tubuh memproduksi antibodi untuk melawan penyakit tersebut. Suatu saat, jika anak terserang penyakit tersebut, maka anak sudah mempunyai pasukan antibodi yang mampu melawan penyakit tersebut.  Inilah bagaimana imunisasi dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak
Ada lima jenis imunisasi yang diberikan secara gratis di posyandu, yaitu imunisasi Hepatitis B, BCG, Polio, DPT-HB, serta campak. Semua jenis vaksin itu harus diberikan secara lengkap sebelum anak berusia satu tahun, diikuti dengan imunisasi lanjutan pada batita.  Pada 2013 pemerintah telah menambahkan vaksin Hib (Haemophilus influenza tipe b), yang digabungkan dengan vaksin DPT-HB menjadi DPT-HB-Hib. 
Di bawah ini adalah panduan umur pemberian lima imunisasi tersebut bagi buah hati Anda, yang disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia atau World Immmunization Week pada 23-30 April 2014 lalu:

1. Imunisasi Hepatitis B
Virus hepatitis B adalah virus yang menyebabkan penyakit hepatitis B atau lebih dikenal dengan nama penyakit kuning. Penyakit ini sangatlah berbahaya karena bisa menyebabkan kerusakan pada hati. Vaksin ini diberikan kepada bayi baru lahir untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke anak pada proses kelahiran, karena tidak semua ibu tahu apakah dirinya terinfeksi hepatitis B atau tidak. Hepatitis B dapat menyebabkan pengerasan hati yang berujung kepada kegagalan fungsi hati dan kanker hati. Vaksin HB pertama (monovalen) paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian suntikan vitamin K1  minimal 30 menit sebelumnya. Jadwal pemberian vaksin HB monovalen adalah usia 0,1, dan 6 bulan. Bayi lahir dari ibu HBsAg positif, diberikan vaksin HB dan imunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstremitas yang berbeda. Apabila diberikan HB kombinasi dengan DTPw, maka jadwal pemberian pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Apabila vaksin HB kombinasi dengan DTPa, maka jadwal pemberian pada usia 2, 4, dan 6 bulan

2. Imunisasi BCG 
Imunisasi ini diberikan satu kali pada usia satu bulan guna mencegah kuman tuberkulosis menyerang paru, kelenjar, tulang dan radang otak yang bisa menimbulkan kematian atau kecacatan. Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum usia 3 bulan, optimal usia 2 bulan. Apabila diberikan pada usia 3 bulan atau lebih, perlu dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu

3. Imunisasi Polio 
Vaksin Polio diberikan empat kali pada usia satu bulan, dua bulan, tiga bulan dan empat bulan.  Apabila anak lahir di rumah, maka harus segera diberikan OPV-0. Apabila lahir di sarana kesehatan, OPV-0 diberikan saat bayi dipulangkan. Selanjutnya, untuk polio-1, polio-2, polio-3, dan polio booster  diberikan OPV atau IPV. Paling sedikit harus mendapat satu dosis vaksin IPV bersamaan dengan pemberian OPV-3 guna mencegah lumpuh layu. Sekali anak terkena lumpuh layu pada kaki dan/atau tangan, maka tidak ada obat yang dapat menyembuhkan. Bahkan kadang dapat menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan yang menyebabkan kematian.

4. Imunisasi Campak
Imunisasi Campak diberikan dua kali pada usia sembilan bulan dan 24 bulan  untuk mencegah penyakit campak berat yang dapat mengakibatkan radang   paru berat (pneumonia), diare atau menyerang otak.


5. Imunisasi  Pentavalen (DPT-HB-Hib) 
Imunisasi   DPT-HB-Hib  diberikan empat kali, pada usia dua, tiga, empat dan 18 bulan guna mencegah enam penyakit, yaitu difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia (radang paru) dan meningitis (radang otak). Penyakit difteri dapat menyebabkan pembengkakan dan sumbatan jalan napas, serta mengeluarkan racun yang dapat melumpuhkan otot jantung. Penyakit pertusis berat dapat menyebabkan infeksi saluran napas berat (pneumonia). Kuman tetanus mengeluarkan racun yang menyerang saraf otot tubuh, sehingga otot menjadi kaku, sulit bergerak dan sulit bernapas.  Kuman Haemophilus influenza tipe b dapat menyebabkan pneumonia  dan meningitis.


Imunisasi tambahanSelain 5 jenis imunisasi tersebut di atas, disarankan juga untuk melakukan imunisasi tambahan pada bayi berupa: 

6. Imunisasi pneumokokus (PCV)

Vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari bakteri pneumokokus yang dapat menyebabkan pneumonia, meningitis, dan infeksi telinga. Apabila vaksin ini diberikan pada anak ketika berusia 7-12  bulan,  PCV diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan; dan pada usia lebih dari 1 tahun diberikan 1 kali. Keduanya perlu booster  pada usia lebih dari 12 bulan atau minimal  2 bulan setelah dosis terakhir. Pada anak usia di atas 2 tahun PCV diberikan cukup satu kali

7. Imunisasi  Rotavirus

Berdasarkan penelitian, 80 % diare pada anak disebabkan oleh virus Rotavirus yang menyebabkan gangguan pada sistem sistem pencernaan. Vaksin  rotavirus monovalen diberikan 2 kali, dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu (dosis pertama tidak diberikan pada usia >  15 minggu), dosis ke-2 diberikan dengan interval minimal 4 minggu. Batas akhir  pemberian pada usia 24 minggu. Vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali, dosis pertama diberikan usia 6-14  minggu (dosis pertama tidak diberikan pada usia >  15 minggu), dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10  minggu. Batas akhir pemberian pada usia 32 minggu

8. Imunisasi  Influenza

Vaksin influenza diberikan pada usia lebih dari 6 bulan, diulang setiap tahun. Untuk imunisasi pertama kali (primary immunization) pada anak usia kurang dari 9 tahun diberi dua kali dengan interval minimal 4 minggu. Untuk anak 6-36 bulan, dosis 0,25 mL. Untuk anak usia 36 bulan atau lebih, dosis 0,5 mL

9. Imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella)
Vaksin ini berguna untuk melindungi anak dari virus campak, gondongan dan rubella (campak Jerman). Apabila anak sudah mendapatkan vaksin campak pada usia 9 bulan, maka vaksin MMR/MR diberikan  pada usia 15 bulan (minimal interval 6 bulan). Apabila pada usia 12 bulan belum mendapatkan aksin campak, maka  dapat diberikan vaksin MMR/MR.

10. Imunisasi Tifoid

Vaksin ini berfungsi untuk melindungi dari bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan demam tifoid (tifus). Diberikan pada usia di atas 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun. Terdapat dua jenis vaksin, yaitu oral dan suntik. Tifoid oral diberikan kepada anak di atas 6 tahun. Harga vaksin sekitar Rp 200.000.

11. Imunisasi Hepatitis A
Untuk melindungi anakdari virus Hepatitis A, yang menyebabkan penyakit hati, maka alangkah baiknya bila anak kita diberikan imunisasi Hepatitis A.  Vaksin ini diberikan di atas usia 2 tahun, dua kali dengan interval 6 - 12 bulan

12. Imunisasi Varisela

Vaksin varisela diberikan setelah usia 12 bulan, terbaik pada usia sebelum masuk sekolah dasar. Apabila diberikan pada usia  lebih dari 13 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah anak dari penyakit cacar air.

13. Imunisasi human papiloma virus (HPV)

Vaksin ini melindungi tubuh dari human papiloma virus yang dapat menyebabkan kanker mulut rahim. Vaksin HPV diberikan mulai usia 10 tahun. Vaksin HPV bivalen diberikan tiga kali dengan jadwal 0, 1, 6 bulan; vaksin HPV tetravalen dengan jadwal 0,2,6 bulan. Apabila diberikan pada remaja  usia 10-13 tahun, pemberian cukup 2 dosis dengan interval 6-12 bulan; respons antibodi setara dengan 3 dosis

14. Imunisasi Japanese encephalitis

Vaksin JE diberikan mulai usia 12 bulan pada daerah endemis atau turis yang akan bepergian ke daerah endemis tersebut. Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun berikutnya



08:53 | 0 comments

Ini dia Olahraganya para WAG Pemain Piala Dunia 2018

Written By GOJEK #GolekRejeki on Monday, 18 June 2018 | 18:27

Ini dia Olahraganya para WAG Pemain Piala Dunia 2018



Olahraganya para WAG Pemain Piala Dunia 2018
Georgina Rodriguez, pacar pemain sepakbola top Real Madrid Cristiano Ronaldo, dikenal punya tubuh seksi dan berisi. Bisa jadi, tubuh seksi dan berisi Georgina dikarenakan hobinya yang senang berolahraga. Wanita yang telah melahirkan satu anak ini ternyata memiliki hoby nge-gym sejak dahulu disamping olahh raga lain yaitu renang, lompat tali (skipping), yoga, aerobik hingga melakukan gerakan balet.

Andrea Duro, aktris cantik berkebangsaan Spanyol yang merupakan kekasih pemain Meksiko bernomor punggung 14 Javier Hernandez atau sering disebut Chicarito ini juga kerap berolagraga untuk menjaga kebugaran serta bentuk tubuhnya. 

WAGs lain  yang punya tubuh indah karena berolahraga adalah Edurne kekasih dari kiper Spanyol David De Gea. Ia kerap tertangkap kamera sedang melakukan olahraga, yang paling sering adalah olahraga renang.

Tubuh yang tak kalah indah dan seksi dari kekasih kapten Brasil Neymar, Bruna Marquezine sering hadir di layar laptop kita. Dan siapa tahu, ternyata dia juga kerap berenang untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Tak tanggung-tanggung, gadis yang memiliki tubuh cukup seksi ini kerap menampilkan posenya ketika berenang di berbagai lautan.

Istri dari pesepak bola timnas Spanyol Gerard Pique, yaitu Shakira salah satu wanita cantik dan seksi yang gemar berolahraga. Beberapa olahraga dilakoninya untuk menjaga kebugaran tubuh seperti gym dan renang.

Masih kekasih dari pemain Spanyol lagi, yaitu kekasih Sergio Ramos, Pilar Rubio. Wanita yang banyak diperbincangkan media Spanyol tersebut juga memiliki tubuh langsing berkat olahraga terutama gym. "Bangun pagi pada hari minggu untuk latihan!" tulisnya  pada keterangan foto instagram yang ia unggah beberapa waktu yang lalu.

Ini dia Amine Gulse, gadis cantik yang menawan hati Mesut Ozil. Wanita yang merupakan Miss Turki di tahun 2014 ini sering jadi pujaan karena wajahnya yang cantik, kemampuan akting yang luar biasa, dan pastinya tubuh yang bugar. Amine Gulse, aktris keturunan Turki-Swedia ini gemar berolahraga, tak tanggung-tanggung olahraganya adalah kick boxing, panjat dinding serta diving.

Gimana mama-mama sekalian, masih ingin punya bentuk tubuh yang ideal seperti mereka? Jangan lupa berolahraga secara rutin ya
18:27 | 0 comments

Jika Anak terserang alergi

Written By GOJEK #GolekRejeki on Tuesday, 24 April 2018 | 20:51

Jika Anak terserang alergi
 

 
alergi pada anak
Salah satu penyakit yang kadang dianggap “sepele tapi dadi gawe” adalah alergi, terutama alergi yang terjadi pada anak-anak. Berbagai macam reaksi mereka lakukan ketika terserang alergi, dari yang suka garuk-garuk badan, bersin-bersin, sesak nafas, diare dan lain sebagainya. Untuk lebih jelas mengenai alergi pada anak ini, silahkan cek di Alergi pada Anak, penyebab dan gejalanya.

Bagi bunda dan ayah yang mendapati ciri-ciri alergi sebagaimana disebutkan artikel  di atas, jangan panik ya. Apabila anak kita diduga mengalami alergi, khususnya dengan gejala ringan bisa ditangani sendiri kok. Yang penting hindarkan si kecil dari allergen, kemudian tinggal diobati sesuai dengan gejala-gejala yang terjadi.

Apabila gejala alergi menunjukkan tingkat yang berat, biasa disebut dengan istilah anafilaksi seperti:
  • Muncul rasa gatal yang berat atau munculnya bercak-bercak merah di seluruh tubuh si Kecil
  • Si kecil kesulitan bernafas yang diindikasikan dengan sesak nafas yang disertai napas berbunyi
  • Adanya pembengkakan di bibir hingga wajah
  • Bibir berwarna kebiruan dengan napas memburu
  • Tiba-tiba suara menjadi serak atau bahkan hilang
  • Kesulitan untuk menelan makanan yang disebabkan karena adanya pembengkakan di saluran tenggorokan
  • Perut terasa sakit, melilit, mual, hingga muntah-muntah
  • Kaki dan tangan dingin hingga penurunan kesadaran.
  • Penurunan tekanan darah dengan mendadak bahkan sampai pingsan

Apabila terjadi gejala tersebut di atas, segera bawa si kecil ke dokter atau rumah sakit terdekat agar segera mendapat penanganan dengan segera.  Sesuai rekomendasi American College of Allergy, Asthma, and Immunology, saat terjadi reaksi anafilaksi, anak harus segera dibawa ke unit gawat darurat. 

 Dan pada saat gejala-gejala itu terjadi, maka yang harus kita lakukan antara lain:
  1. Apabila anak yang diduga mengalami anafilaksi tersebut mengalami kesulitan untuk bernafas (sesak nafas), carilah posisi yang tepat untuk mengurangi sesak nafas tersebut
  2. Awasi jalan nafas untuk menjaga agar si kecil jangan sampai tersedak.
  3. Rabalah nadi atau ujung jari kaki dan tangan si Kecil, apakah terasa dingin? Bila ya, hangatkan segera dengan menutupi dengan selimut atau kantung air hangat
  4. Tetap didampingi secara ketat sampai mendapatkan penanganan dari paramedis

20:51 | 0 comments

Ciri-Ciri Dehidrasi pada Bayi

Written By GOJEK #GolekRejeki on Tuesday, 9 January 2018 | 21:48

 Ciri-Ciri Dehidrasi pada Bayi 


Bayi dehidrasi
Tahukah Bunda, jika si kecil ternyata rawan mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) ?. Yang perlu kita ketahui bahwa dehidrasi pada manusia akan bisa berakibat fatal apabila tidak segera ditangani, apalagi jika terjadi pada Si Kecil yang masih bayi.

Saya yakin bahwa sebagian besar Bunda kurang peka dengan masalah dehidrasi karena menganggap bayi tidak mungkin terkena dehidrasi. Pikiran ini muncul karena bayi yang selalu diberi minum susu yang teratur. Tapi menurut penelitian yang dilakukan oleh St John's Medical College di Bangalore, India, dan diterbitkan dalam India Journal of Pediatrics, pemberian ASI eksklusif sekalipun dapat menyebabkan dehidrasi pada bayi.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tanda-tanda dehidrasi pada bayi. Dilansir dari Livestrong, Selasa (19/10/2010), berikut beberapa gejala bila bayi mengalami dehidrasi:

1. Haus berlebihan
Ini agak jelas, tetapi jika bayi kurang cairan dia secara alami akan merasakan dorongan untuk minum lebih banyak. Bayi mungkin menangis sampai diberikan botol dan kemudian terus mengisap sampai semua air, susu atau jus habis. Ini adalah tanda dehidrasi ringan dan sedang.

2. Terlihat lesu dan tidak sehat
Bayi yang tampak lesu mungkin menderita dehidrasi serius serta harus diberikan cairan dan dibawa ke dokter segera. Kelesuan pada bayi meliputi kurangnya energi, keinginan untuk berbaring sepanjang hari dan kurangnya memperlihatkan emosi.

3. Hilangnya elastisitas kulit
Dehidrasi pada bayi bisa menyebabkan hilangnya elastisitas kulit. Jika Anda mencoba dengan lembut mencubit kulit anak Anda dan tidak cepat kembali ke posisi normal, ini bisa menjadi tanda dehidrasi. Hal ini terjadi karena tidak cukup air mencapai kulit.

4. Mulut kering dan lengket
Bayi yang tidak terhidrat dengan benar sering menunjukkan gejala mulut kering. Hal ini dapat disertai dengan air liur putih atau busa di sudut mulut bayi.

5. Popok kering
Popok bayi kering selama lebih dari beberapa jam dan tentu tidak boleh kering selama lebih dari 5 atau 6 jam. Hal ini dapat terjadi bila bayi dehidrasi karena tubuhnya menggunakan sedikit cairan yang diminum dan juga hanya mengeluarkan sedikit cairan. Sembelit adalah gejala serupa, walaupun ini mungkin hasil dari hal-hal lain seperti nafsu makan yang buruk atau sistem pencernaan lambat.
(detikhealth)
21:48 | 0 comments

Hubungan antara Kesepian dan Kesehatan

Written By GOJEK #GolekRejeki on Sunday, 5 November 2017 | 20:47

Hubungan antara Kesepian dan Kesehatan


Kesepian merupakan suatu perasaan yang dirasakan oleh seseorang karena tidak ada/ kurangnya interaksi dengan orang lain. Biasanya kesepian dialami oleh orang yang hidup sendiri atau menyendiri karena satu dan lain hal. Sebagai seorang wanita yang memiliki bakat terpendam untuk selalu berinteraksi dengan orang lain, kesepian menjadi salah satu momok bagi kita. Dan tahukah bunda, kalau teryata perasaan kesepian sangat mempengaruhi kesehatan seseorang? 

Berdasarkan penelitian para ahli yang dilansir dari Cheat Sheet, kesepian akan memberikan dampak yang cukup siginfikan terhadap kesehatan, antara lain:  

1.    Kesepian berpotensi melemahkan kekebalan tubuh

Kesepian yang disebabkan oleh minimnya interaksi antar manusia ternyata memiliki korelasi positif denngan berkurangnya sistem kekebalan tubuh. Menurut penelitian yang dipublikasikan di Psychological Science, jika kita mengalami kesepian yang berujung pada stres, maka tubuh kita akan menghasilkan sejenis protein yang mampu menimbulkan peradangan sebagai respon dari perasaan kita. Dalam jangka waktu yang cukup lama, dengan adanya peradangan tersebut maka kekebalan yang dimiliki oleh tubuh kita akan mengalami penurunan sehingga leboh rawan terpapar penyakit.

2.    Kesepian bisa menimbulkan penyakit jantung
Perasaan sepi yang berpengaruh terhadap kenyamanan seseorang ternyata berkolerasi dengan kinerja jantung.  Perasaan esepian yang berujung pada stres ternyata bisa menimbulkan perangsangan saraf simpatis sehingga irama detak jantung menjadi tidak teratur yang berujung pada gangguan pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner). Selain itu kesepian juga bisa meningkatkan tekanan darah karena beban pikiran yang lebih besar daripada orang kebanyakan. 

3.    Kesepian bisa meningkatkan resiko demensia

Demensia merupakan suatu gejala yang disebabkan oleh penyakit atau kelainan pada otak yang ditandai dengan terganggunya mental seseorang sehingga menyebabkan gangguan berpikir, hilang ingatan dan perubahan sifat dan perilaku seseorang. Jika tidak ditangani, gejala demensia akan menjadi semakin buruk dan mengganggu kegiatan keseharian seseorang. Dan ternyata berdasarkan suatu penelitian yang dilakukan di Chicago Rush University Medical Center diketahui bahwa responden yang mengalamii kesepian memiliki potensi untuk menderita penyakit demensia dua kali lebih besar daripada responden yang memiliki kehidupan normal.  

4.    Kesepian bisa berpengaruh terhadap obesitas
Kesepian yang melanda seseorang biasanya akan membuatnya merasa malas untuk melakukan sesuatu khususnya kegiatan fisik. Dengan keterbatasan kegiatan fisik yang mereka lalukan, obesitas akan lebih mudah menghampirinya. Jadi bagi bunda dan mama yang sedang melakukan diet atau melawan obesitas, jangan sampai kesepian ya Bun n Mam ?

5.    Kesepian menjadi salah satu penyebab terbesar depresi
Kesepian dan depresi merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan, karena kebanyakan kesepian akan berujung pada depresi. Hal ini sebenarnya tidak hanya terjado pada orang dewasa saja, tapi juga terjadi pada anak-anak dan remaja yang sangat memerlukan interaksi dengan orang lain ketika mereka mulai dan sedang berkembang. 

So, bagai mana Bun dan Mam ? sudah paham kan arti penting interaksi dengan orang lain di sekitar kita ? So jangan lupa untuk selalu berhubungan dengan orang lain agar hidup kita selalu bahagia
20:47 | 1 comments

Sindrom Kleine-Levin penyebab seseorang menjadi Putri Tidur

Written By GOJEK #GolekRejeki on Wednesday, 1 November 2017 | 21:46

 Sindrom Kleine-Levin  
penyebab seseorang menjadi  Putri Tidur



Sindrom Kleine-Levin
Dalam beberapa waktu ini, dunia kesehatan Indonesia dihebohkan dengan adanya seorang anak yang tidur selama beberapa hari tanpa bisa dibangunkan oleh keluarganya. Bak cerita Sang Putri Tidur yang ada di dongeng-dongeng, remaja tersebut bisa menghabiskan satu siklus tidur hingga 2 minggu, dimana disela-sela tidurnya, dia hanya bisa bangun untuk makan, minum, dan buang air dengan kondisi setengah sadar dan harus dituntun oleh kedua orangtuanya. Menurut para ahli, ternyata remaja tersebut menderita suatu penyakit uang biasa disebut dengan Sindrom Kleine-Levin, Kelainan Langka yang Membuat Penderitanya Jadi Putri Tidur 

Pengertian Sindrom Kleine-Levin
Sindrom Kleine-Levin adalah penyakit syaraf berupa kelainan neurologis langka ( hanya ada sekitar 1000 orang di seluruh dunia yang menderita penyakit ini) dan kompleks yang ditandai dengan jumlah tidur yang berlebihan (bisa berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan bisa berbulan-bulan) dan perubahan perilaku.  

Penyakit ini bersifat universal, artinya bisa menyerang siapa saja, baik itu anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Pada  tahap awal, seseorang yang mengalami Sindrom Kleine-Levin akan mengalami rasa kantuk yang cukup berat sehingga mendorong mereka untuk tidur hampir sepanjang hari dan malam (hypersomnolence).  Penderita kadang  bisa terbangun hanya untuk makan atau pergi ke kamar mandi. Mereka pun kadangkala bisa dibangunkan oleh orang lain, namun ketika terbangun mereka akan merasa capek dan letih. Selain itu, tingkah laku merea akan seperti anak kecil karena sebagian memori ingatannya terhapus ketika tertidur. Semakin lama mereka tidur, maka semakin banyak ingatan yang terhapus dari otak. Di sela episode, orang-orang dengan KLS tampak sehat sempurna tanpa bukti adanya disfungsi perilaku atau fisik. Episode KLS dapat berlanjut selama 10 tahun atau lebih. KLS kadang disebut di media sebagai sindrom "Sleeping Beauty".

Gejala Syndrom Kleine-Levin
Untuk mengetahui apakah seseoranng terkena Sindrom Kleine-Levin atau tidak, kita bisa amati pada waktu tidurnya.   Ketika sindrom tersebut menyerang, orang yang menderita penyakit ini akan mengalami tidur yang berlebihan. masa-masa ini biasa disebut ‘episode’.
Seorang pasien KLS akan memiliki gejala 1, satu atau lebih gejala 2 .

1.   Episode rekuren hipersomnia berat (2-31 hari)

2.   Menambah satu atau lebih tanda berikut:
  • Kelainan kognitif seperti perasaan tidak sadar, kebingungan, halusinasi karena penderita tidak dapat membedakan mana kenyataan mana mimpi. Tidak jarang di sela-sela berlangsungnya episode, penderita sering melamun dan terlihat seolah-olah tidak sadar dengan lingkungan sekitarnya
  • Perilaku abnormal seperti iritabilitas, agresi, bertingkah laku seperti anak kecil, merasa kebingungan, disorientasi, letargi (kehilangan energi dan merasa sangat lemas), hingga apatis atau tidak menunjukkan emosi terhadap yang terjadi di sekitarnya.
  • Penderita   menjadi lebih sensitif terhadap banyak hal seperti misalnya suara dan cahaya. Kehilangan nafsu makan juga bisa terjadi ketika suatu episode sedang berlangsung. Beberapa juga menyatakan munculnya nafsu seksual yang meningkat secara tiba-tiba

Tapi, tidak semua orang terkena KLS menunjukkan semua gejala yang dijelaskan di atas. Individu yang terkena KLS dapat tidak mengalami gejala-gejala tersebut, dan kemudian gejala muncul kembali dengan sedikit peringatan. Episode KLS dapat terus berulang kembali selama satu dekade atau lebih dengan dampak buruk pada kehidupan dan keluarga. KLS merampas kehidupan anak-anak, remaja hingga orang dewasa yang terkena. satu episode menyiksa sekaligus.
Penundaan diagnostik rata-rata untuk diagnosis Sindrom Kleine-Levin yang tepat adalah 4 tahun. Hal ini berarti pasien KLS rata-rata membutuhkan waktu 4 tahun sebelum menerima diagnosis yang akurat, sehingga menyebabkan penderitaan yang tidak semestinya. Sayangnya, penyebab Sindrom Kleine-Levin belum diketahui.

Penyebab Syndrom Kleine-Levin
Sampai dengan saat ini, belum ada ahli yang bisa menjelasnyak penyebab terjadinya penyakit ini, tetapi gejala-gejala yang muncul pada sindrom ini mengindikasikan adanya malfungsi kerja bagian hipotalamus dan thalamus pada otak yang berperan dalam mengatur nafsu makan serta tidur.
Sebagian peneliti di Amerika Serikat mempercayai penyebab penyakit KLS adalah mutasi gen atau DNA yang dibawa oleh orang tua penderita. Tetapi penyebab pasti KLS masih belum diketahui.
21:46 | 0 comments

Alergi pada Anak, Penyebab dan Gejalanya

Written By GOJEK #GolekRejeki on Thursday, 12 October 2017 | 01:47

Alergi pada Anak, Penyebab dan Gejalanya


Alergi pada anak
Alergi adalah  sebuah kondisi di mana tubuh memiliki respons yang berlebihan terhadap suatu zat asing yang dihirup, disuntikkan, tertelan, atau bahkan tersentuh.  Zat atau benda asing yang menimbulkan alergi tersebut disebut alergen. Dalam kondisi normal, tubuh manusia dapat melawan bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Namun, karena satu dan lain hal, adakalanya  sistem kekebalan tubuh tidak bisa melawan serangan zat tersebut khususnya yang tidak terlalu bahaya seperti debu ataupun jamur. Apabila zat-zat tersebut berinteraksi dengan tubuh, maka sistem imunitas akan membuat antibodi yang disebut immunoglobulin E (IgE) untuk melindungi tubuh kita.  IgE kemudian menstimulasi sel tertentu untuk mengeluarkan zat kimia termasuk histamin ke dalam aliran darah untuk mempertahankan diri terhadap alergen. Akibat dikeluarkannya histamin tersebut dapat memunculkan reaksi alergi pada tubuh, mulai dari mata, hidung, kulit, paru-paru, dan saluran pencernaan.

Penyebab Utama Alergi pada Anak
Penyebab alergi (alergen)  yang paling banyak dialami oleh anak-anak (dan juga orang dewasa) adalah makanan. makanan merupakan salah satu alergen. Berdasarkan data dari Mayo Clinic, terdapat 160 jenis makanan yang dapat menimbulkan alergi makanan. Akan tetapi, dari sekian banyak jenis alergen makanan tersebut, hanya beberapa jenis saja yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Adapun jenis makanan yang sering menimbulkan alergi antara lain: susu, telur, ikan, makanan laut seperti kepiting, udang dan lain sebagainya, kacang pohon (seperti almon dan walnut), kacang tanah, gandum, dan kedelai. Penyebab alergi yang paling banyak selain makanan antara lain disebabkan oleh serbuk sari, spora, kutu debu, rambut hewan peliharaan, atau hewan lain seperti kecoa.


Gejala Alergi pada Anak

Alergi pada anak bisa berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Secara umum, gejala yang akan tampak apabila anak kita mengalami alergi adalah Ruam; Gatal; Bengkak di mata, bibir, dan lidah; mual; Kram; Muntah; Diare; Hidung tersumbat; Sesak napas dan lain sebagainya. Dari semua gejala tersebut di atas, masih ada gejala alergi yang paling berat yaitu reaksi anafilaksis yang ditandai dengan penurunan tekanan darah, penurunan kesadaran, dan denyut jantung tak teratur.
Secara spesifik, gejala alergi pada anak akan berbeda-beda sesuai dengan penyebab alergi, lokasi alergi maupun tingkat keparahan. Berikut beberapa jenis alergi pada anak yang sering ditemui:

Gejala Alergi pada kulit
Sebagaimana kita ketahui, kulit adalah organ tubuh terbesar dan dapat langsung bereaksi pada alergen. Apabila anak kita mengalami alergi pada kulit, maka gejalanya akan tampak seperti eksim dimana bagian kulit tampak kering, merah, bersisik dan gatal. Dalam skala besar, gejala alergi kulit bisa berupa urtikaria (biduran), yaitu kondisi ketika kulit tampak memerah dengan jangkauan yang beragam.

Gejala Alergi makanan pada anak
Alergi makanan pada anak bisa ditandai dengan adanya gangguan pada usus seperti kram perut atau diare yang berulang dan kadangkala diikuti dengan sakit kepala, lelah yang berlebihan, serta gelisah dan gangguan mood. Beberapa jenis makanan yang umum menyebabkan alergi antara lain susu, telur, kacang-kacangan, kedelai, gandum, ikan, kerang, dan beragam jenis jeruk. 

Gejala Alergi pada hidung/ Alergi pernafasan
Alergi pada hidung biasanya bisa dideteksi ketika anak kita berusia 4 tahun. Hal itu terjadi karena dibutuhkan waktu beberapa tahun sebelum seorang anak benar-benar mengalami alergi,  meskipun bisa juga  alergi pernapasan terjadi pada anak usia 2-3 tahun. Gejala yang umumnya dialami anak dengan alergi pernapasan antara lain hidung gatal dan berair, hidung tersumbat, sering bersin, batuk berulang, mata merah dan berair, lingkaran gelap di bawah mata, bernapas melalui hidung saat tidur, dan kelelahan karena kurang tidur. 

Gejala Alergi Karena binatang peliharaan
Binatang peliharaan, ternyata juga bisa menimbulkan alergi yang disebabkan oleh sel kulit mati, air liur, urine, dan bulu dari binatang tersebut. Apabila anak bersin-bersin setelah bermain ataupun memegang binatang peliharaan, maka perlu diwaspadai jika mereka mengalami alergi. Unntuk menghilangkan pengaruh alergi binatang peliharaan dibutuhkan waktu sekitar satu tahun, setelah hewan tersebut tidak berada di sekitar kita. Hal ini disebabkan karena sel kulit mati hewan peliharaan anda dapat bertahan hingga satu tahun sebelum benar-benar hilang.


01:47 | 0 comments

Facebook